Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Potensi Bisnis Penyimpanan Karbon Besar, tapi Perlu Dukungan Perizinan

Potensi yang dimiliki Indonesia tidak bisa dipandang sebelah mata meski tidak termasuk dalam lima besar dunia.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dodi Esvandi
zoom-in Potensi Bisnis Penyimpanan Karbon Besar, tapi Perlu Dukungan Perizinan
HANDOUT
Acara Sarasehan Nasional bertema Mendorong Keberlanjutan Industri Hulu Migas untuk Mencapai Kemandirian Energi yang digelar di Jakarta pada Selasa (8/7/2025). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Director of Indonesia and Regional CCS Strategic Initiative Indonesia CCS Center Diofanny Swandrina Putri, menilai Indonesia memiliki potensi besar dalam implementasi penyimpanan karbon atau CCS/CCUS (carbon capture storage/carbon capture utilization storage) berdasarkan kapasitas penyimpanan karbon yang dimiliki.

Menurut Diofanny, potensi yang dimiliki Indonesia tidak bisa dipandang sebelah mata meski tidak termasuk dalam lima besar dunia.

“Kalau secara dunia, kita (Indonesia) tidak ada di lima besar, tapi untuk di Asia kita adalah yang pertama. Indonesia punya potensi penyimpanan karbon 80 gigaton – 600 gigaton,” ujar Diofanny dalam sesi diskusi bertajuk Integrasi Carbon Capture Storage/Carbon Utilization Storage. 

Sesi ini merupakan bagian dari acara Sarasehan Nasional bertema Mendorong Keberlanjutan Industri Hulu Migas untuk Mencapai Kemandirian Energi yang diselenggarakan Katadata, Selasa (8/7/2025). 

Diofanny mengatakan, saat ini ada dua lapisan yang bisa dimanfaatkan untuk penyimpanan karbon. 

Kondisi tersebut menjadi sebuah awalan yang baik bagi Indonesia untuk mendorong kegiatan CCS/CCUS di tanah air. 

“(Kapasitas) 600 gigaton sebagai starting point sudah sangat besar,” tuturnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut Diofanny, pemanfaatan CCS/CCUS secara optimal juga dapat berkontribusi pada pengurangan emisi karbon hingga 17 persen pada tahun 2060. 

Hal tersebut termasuk dengan berbagai inisiatif pengurangan emisi karbon lainnya.

Meski demikian, terlepas dari besarnya potensi penyimpanan karbon yang dimiliki Indonesia, ia mengakui jika optimalisasi CCS/CCUS bukanlah hal mudah. 

Hal tersebut diamini Chief of Insight, Strategy and Execution SKK Migas, Adam Sheridan.

“Data mengatakan CCS menyerap karbon paling tinggi. Potensi 600 gigaton itu alangkah bagusnya kalau bisa dimanfaatkan. Cuma tantangannya tidak mudah dan banyak sekali faktornya. Tidak cuma subsurface tapi juga faktor pembeli,” kata Adam menyinggung soal perdagangan karbon.

Adam menjelaskan, hingga saat ini Indonesia telah memiliki 14 aktivitas terkait CCS/CCUS. 

Namun, belum ada aktivitas yang bersifat komersial karena berbagai hal. 

“Hasil hitungan sementara kami (SKK Migas), kalau untuk skala kecil itu kita tidak bisa membangun standalone project karena tidak ekonomis,” tuturnya.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas