Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Prabowo: Bung Karno Itu Bapak Saya Juga, PDIP dan Gerindra Kakak Beradik

Prabowo menyebut bahwa dirinya juga menganggap Bung Karno sebagai bapak bangsa yang menjadi panutan pribadi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Prabowo: Bung Karno Itu Bapak Saya Juga, PDIP dan Gerindra Kakak Beradik
Tangkapan layar dari YouTube Sekretariat Presiden
BUNG KARNO - Presiden RI Prabowo Subianto saat di Kecamatan Wonosari, Klaten, Jawa Tengah, Senin (21/7/2025). Ia menyebut bahwa dirinya juga menganggap Bung Karno sebagai bapak bangsa yang menjadi panutan pribadi. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto kembali melontarkan guyonan saat meresmikan peluncuran 80 ribu Koperasi Merah Putih di Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Klaten, Jawa Tengah, Senin (21/7/2025).

Di hadapan ribuan kepala desa dan sejumlah elite politik, Prabowo menyebut bahwa dirinya juga menganggap Bung Karno sebagai bapak bangsa yang menjadi panutan pribadi.

“Nuwun sewu Mbak Puan, Bung Karno itu bapak saya juga. Mungkin kalau saya dipotong, yang keluar marhaen juga,” kata Prabowo disambut tepuk tangan dan gelak tawa hadirin.

Puan Maharani, Ketua DPR RI saat ini, adalah cucu dari Bung Karno yang juga putri dari Megawati Soekarnoputri (Presiden ke-5 RI) dan Taufiq Kiemas (mantan Ketua MPR).

Bung Karno adalah nama akrab dari Ir. Soekarno, Presiden pertama Republik Indonesia dan salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah bangsa. 

Ia dikenal sebagai Bapak Proklamator, penggagas Pancasila, dan pemimpin yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan Belanda.

Lebih lanjut, Prabowo menyebut dirinya melihat kedekatan ideologis antara PDI Perjuangan (PDIP) dan Gerindra yang sama-sama mengusung semangat nasionalisme dan kerakyatan.

Rekomendasi Untuk Anda

“PDIP sama Gerindra ini sebenarnya kakak-adik,” ujar dia.

Prabowo menyoroti pentingnya kebersamaan antar elemen bangsa untuk memajukan Indonesia. 

Ia mengingatkan bahwa persatuan tidak boleh dikerdilkan oleh perbedaan partai atau kelompok.

“Demokrasi kita kan diajarkan oleh negara barat jadi nggak boleh koalisi satu itu memang benar harus ada yang di luar, koreksi kita gitu ngoreksi tapi ya sedulur, ya kan? kalau bahasanya itu jaksa Agung hopeng, bahasanya Pak Utut hopeng, karena suhunya sama dia ini," pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas