5 WNI Ditahan Israel, Kemenlu Kecam Keras, Prabowo Diminta Lobi Trump
Kemlu RI mengecam keras tindakan militer Israel yang melakukan penangkapan terhadap warga negara Indonesia (WNI) yang berada di misi GSF.
Penulis:
Wahyu Gilang Putranto
Editor:
Tiara Shelavie
Ringkasan Berita:
- Kemlu RI mengecam keras penangkapan lima relawan WNI oleh militer Israel di Mediterania.
- Empat WNI lainnya masih rawan ditangkap saat membawa bantuan kemanusiaan menuju Gaza.
- HNW meminta Prabowo melobi Donald Trump demi membebaskan lima WNI yang ditahan.
TRIBUNNEWS.COM - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) mengecam keras tindakan militer Israel yang melakukan penangkapan terhadap warga negara Indonesia (WNI) yang berada di armada sipil internasional, Global Sumud Flotilla, di wilayah perairan Siprus saat membawa bantuan untuk Gaza.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Yvonne Mewengkang, mengungkapkan terdapat sembilan WNI anggota Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) yang bergabung dalam misi kemanusiaan tersebut, terdiri dari aktivis dan jurnalis.
Dari jumlah tersebut, lima di antaranya dipastikan telah ditahan oleh pihak Israel, sementara empat lainnya masih berada dalam posisi rawan.
"Kementerian Luar Negeri mengutuk keras tindakan militer Israel yang mencegat sejumlah kapal dan menangkap relawan WNI yang tergabung dalam rombongan misi kemanusiaan International Global Sumud Flotilla atau GSF 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur," tegas Yvonne dalam keterangannya, Selasa (19/5/2026).
Kemlu RI juga mengingatkan posisi empat relawan yang masih berlayar tersebut berada dalam ancaman serius.
"Keempat WNI yang masih berlayar tersebut tetap berada dalam kondisi rawan dan sewaktu-waktu juga dapat mengalami intersepsi atau penangkapan oleh militer Israel," ungkapnya.
Merespons situasi darurat ini, Kemlu berkoordinasi lintas perwakilan di beberapa negara, termasuk KBRI Ankara, KBRI Kairo, KBRI Roma, KBRI Amman, dan KJRI Istanbul.
Langkah-langkah antisipasi juga dilakukan seperti penyiapan dokumen perjalanan darurat dan tim medis pun telah disiagakan.
Selain pergerakan mandiri, diplomasi Indonesia juga menggalang kekuatan internasional. Indonesia bersama sembilan negara lain, yakni Turki, Bangladesh, Brazil, Kolombia, Yordania, Libya, Maladewa, Pakistan, dan Spanyol, telah merilis pernyataan bersama untuk mengutuk aksi sepihak Israel tersebut.
Indonesia juga menuntut pertanggungjawaban penuh dari pihak Israel untuk segera membebaskan para relawan.
"Kementerian Luar Negeri mendesak pemerintah Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan serta menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina sesuai hukum humaniter internasional," ungkapnya.
Baca juga: GPCI Temui Pimpinan MPR Minta Bantuan Bebaskan 5 WNI yang Ditahan Israel
HNW Minta Prabowo Lobi Trump
Sementara itu Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW), meminta Presiden Prabowo Subianto melobi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump guna membebaskan lima WNI yang ditahan militer Israel.
HNW mengatakan, Donald Trump kerap dijadikan alasan di balik langkah Indonesia bergabung dengan Board of Peace (BOP). Sebab, Israel dinilai hanya mau mendengarkan arahan Trump.
Di sisi lain, kata dia, Prabowo memiliki modal diplomasi yang kuat lantaran sempat mendapat pujian luar biasa dari Trump beberapa waktu lalu.