Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sandiaga Uno Bicara Syiar Islam Lewat Teknologi Digital 

Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang juga pendiri Muslimverse, Sandiaga Uno, bicara mengenai syiar Islam melalui teknologi digital.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Chaerul Umam
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Sandiaga Uno Bicara Syiar Islam Lewat Teknologi Digital 
HandOut/ist
SYIAR ISLAM - Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang juga pendiri Muslimverse, Sandiaga Salahuddin Uno, bicara mengenai syiar Islam melalui teknologi digital. Hal itu disampaikannya, dalam penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Muslimverse dan Nasaruddin Umar Office (NUO), di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Minggu (20/7/2025). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang juga pendiri Muslimverse, Sandiaga Salahuddin Uno, bicara mengenai syiar Islam melalui teknologi digital. 

Sandiaga menyampaikan bahwa fenomena jemaah yang mengantuk saat khotbah Jumat bisa menjadi peluang untuk meningkatkan pemahaman keislaman dengan pendekatan interaktif. 

Hal itu disampaikannya, dalam penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Muslimverse dan Nasaruddin Umar Office (NUO).  

Penandatanganan dilakukan oleh pendiri Muslimverse, Sandiaga Salahuddin Uno, dan pendiri NUO sekaligus Menteri Agama RI, Prof Nasaruddin Umar, di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Minggu (20/7/2025). 

“Sekarang ada kuis untuk menguji pengetahuan kita dalam khotbah Jumat, data terakhir 46 persen Gen Z lebih memilih membaca Alquran di aplikasi digital. Muslimverse ini banyak membantu kita belajar tentang Islam,” ujar Sandiaga. 

Selain menyampaikan visi Muslimverse, Sandiaga juga berbagi pengalaman menggunakan aplikasi tersebut di berbagai negara.  

Dia menyebut salah satu fitur andalannya adalah penunjuk arah kiblat yang dinilai sangat akurat. 

Rekomendasi Untuk Anda

“Saya coba keliling dunia pakai Muslimverse. Saya coba di Prancis, saya coba sholat dan kiblat, bener ini. Saya sampai kita ke kota terkecil di China, Ordos, di Inner Mongolia, China. Saya baru pulang dari Chengdu, ini juga bisa dipakai. Saya sekarang 100 persen pakai Muslimverse, saya take down aplikasi sebelah,” katanya. 

Sementara itu, Prof Nasaruddin Umar menyambut baik kolaborasi tersebut sebagai bentuk pemberdayaan umat Islam di era digital.  

Dia menekankan pentingnya posisi umat dalam penguasaan teknologi, bukan sekadar sebagai pengguna. 

“Kita juga harus jadi produsen IT juga, maka kita harus jadi imam dalam pemanfaatan teknologi. Kalau teknologi tanpa imam, itu makmumnya akan rusak,” ungkap Nasaruddin. 

Dalam acara tersebut, Nasaruddin turut membagikan pengalamannya saat diundang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York.  

Dia diminta untuk membantu pembangunan masjid-masjid di wilayah Amerika Latin, menyusul meningkatnya populasi Muslim di kawasan tersebut. 

“Mereka mau masuk AS susah dan mereka terdampar di Amerika Latin, jangan sampai masjid itu jadi tempat radikal, apa yang harus dilakukan agar seperti yang dilakukan di Istiqlal, jadi Istiqlal sudah menjadi standar internasional,” ucapnya. 

Acara penandatanganan MoU ini juga dihadiri oleh Wakil Kepala Staf Presiden (KSP) Muhammad Qodari, serta sejumlah tokoh masyarakat dan pemuda Muslim yang mendukung gerakan digitalisasi dakwah Islam.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas