Mendompleng Nama Jokowi Justru Bakal Menghambat Elektabilitas PSI?
Jamiluddin Ritonga menyebut Partai Solidaritas Indonesia (PSI) keliru mengambil langkah untuk mengidentikkan diri dengan Jokowi.
Penulis:
Reza Deni
Editor:
Malvyandie Haryadi
"Ketika forum hari ini (Sabtu lalu), ada pesan kebangsaan dari Jokowi yang notabene bukan kader resmi, ini kan jelas partai ini sebenarnya adalah eksposure dan karpet merah yang sengaja dipersiapkan PSI untuk Jokowi."
"The one and only partai ini kiblat politiknya hanyalah Jokowi," ujarnya kepada Tribunnews.com, Senin.
Ade juga mengatakan PSI menjadi alat Jokowi ketika dia mendapat kecaman atau kritikan dari publik. Menurutnya, para kader partai berlambang gajah berkepala merah itu akan pasang badan.
Hal itu sudah mulai terlihat sejak Jokowi dipecat dari PDIP pada Desember 2024 lalu, karena dianggap mendukung Prabowo Subianto saat Pilpres 2024.
Adapun nasib serupa juga dialami oleh putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka, karena menjadi pendamping Prabowo serta menantunya, yakni Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Bobby Nasution, yang mendukung Prabowo-Gibran pada pilpres tahun lalu.
"Memang sejak ada konflik politik antara Jokowi dengan PDIP, per hari ini juga, kader-kader PSI dan termasuk elite-elite PSI adalah mereka yang pasang badan menjadi garda depan dari bully dan kritikan manapun," ujar Ade.
"Pasca-pilpres, sangat kelihatan sekali di media sosial, media mainstream, dan debat-debat terbuka, yang selalu memberikan dukungan secara total dengan Pak Jokowi tidak ada partai yang lain selain PSI," sambungnya.
Baca tanpa iklan