Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Program MBG Jadi Bahan Nyinyiran, Kaesang Tak Terima, Siap Dukung Penuh Program Prabowo

Kaesang Pangarep tampak tidak terima saat program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) jadi bahan nyinyiran.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Endra Kurniawan
zoom-in Program MBG Jadi Bahan Nyinyiran, Kaesang Tak Terima, Siap Dukung Penuh Program Prabowo
Kolase: Kanal YouTube Partai Solidaritas Indonesia
KONGRES PSI - (Kiri) Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan (Kanan) Ketua Umum PSI terpilih Kaesang Pangarep di Edutorium KH Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Kecamatan Laweyan, Surakarta, Minggu (20/7/2025). Dalam kesempatan tersebut, Kaesang siap mendukung progam-progam Pemerintahan Prabowo-Gibran. 

Tiga program unggulan Prabowo antara lain Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Lantas bagaimana capaian tiga program tersebut?

Program MBG

MAKAN BERGIZI GRATIS - Siswa SMPN 4 Sragen, Jawa Tengah saat menerima makan bergizi gratis yang mulai diberikan pada Senin (17/2/2025).
MAKAN BERGIZI GRATIS - Siswa SMPN 4 Sragen, Jawa Tengah saat menerima makan bergizi gratis yang mulai diberikan pada Senin (17/2/2025). (TribunSolo.com/Septiana Ayu)

Badan Gizi Nasional (BGN), hingga Juli 2025, penerima manfaat MBG hampir mencapai 7 juta jiwa.

BGN merupakan lembaga pemerintah non-kementerian yang bertugas untuk melaksanakan pemenuhan gizi nasional, termasuk menjalankan program MBG.

“(Jumlah penerima) ini sudah melebihi jumlah penduduk Singapura,” ungkap Staf Khusus BGN, Redy Hendra Gunawan dalam keterangannya pada 6 Juli 2025.

Jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada pekan kedua Juli ditargetkan mencapai 2.200.

"Ini sudah melebihi target dari BGN yang menargetkan Juli akan beroperasi sejumlah 1.994 SPPG," ungkapnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Pada Agustus 2025, pemerintah menargetkan jumlah penerima MBG mencapai 24 juta orang.

Sementara jumlah SPPG ditargetkan sebesar 8.000 unit.

Baca juga: Apa Itu Koperasi Desa Merah Putih? Bakal Diresmikan Presiden Prabowo di Klaten Jateng

Sasaran penerima pemenuhan gizi ini terdapat empat kelompok utama.

Pertama, peserta didik pada jenjang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah di lingkungan pendidikan umum, pendidikan kejuruan, pendidikan keagamaan, pendidikan khusus, pendidikan layanan khusus, dan pendidikan pesantren.

Kedua, anak usia di bawah lima tahun. Ketiga, ibu hamil. Serta keempat ibu menyusui. 

Sekolah Rakyat

SEKOLAH RAKYAT - Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan mendadak ke Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 17 Solo, Jawa Tengah, pada Jumat malam, (18/7/2025).
SEKOLAH RAKYAT - Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan mendadak ke Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 17 Solo, Jawa Tengah, pada Jumat malam, (18/7/2025). (Tribunnews/Taufik Ismail)

Sekolah Rakyat resmi beroperasi pada 14 Juli 2025.

Program Sekolah Rakyat bertujuan menyediakan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Kementerian Sosial menyebutkan ada 100 titik sekolah rakyat di Indonesia yang beroperasi di bulan Juli 2025.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas