Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

200 Siswa di NTT Keracunan MBG, Pimpinan DPR Minta BGN Perketat Supervisi 

KLB 200 siswa SMPN 8 Kota Kupang NTT keracunan usai makan MBG, DPR minta BGN perkuat sistem pengawasan di lapangan.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Chaerul Umam
zoom-in 200 Siswa di NTT Keracunan MBG, Pimpinan DPR Minta BGN Perketat Supervisi 
Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
KERACUNAN MBG - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad saat jumpa pers di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/3/2025). Sufmi Dasco Ahmad menanggapi insiden keracunan yang dialami 200 siswa SMPN 8 Kota Kupang NTT, usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG). Dasco meminta Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memperkuat sistem pengawasan di lapangan. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, menanggapi insiden keracunan yang dialami 200 siswa SMPN 8 Kota Kupang NTT, usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dasco meminta Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memperkuat sistem pengawasan di lapangan.

“Kita tahu bahwa BGN itu juga mempunyai sistem baru dalam hal supervisi. Mereka ada ritme tenaga-tenaga untuk supervisi lapangan, baik untuk mengecek kualitas makanan, distribusi maupun dari sisi pembayaran dari MBG ke dapur,” ujar Dasco kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (28/7/2025).

Dasco berharap kejadian seperti di NTT tidak kembali terulang dan bisa dicegah melalui pengawasan yang lebih ketat. 

Serta evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG, terutama menyangkut keamanan makanan bagi para siswa.

“Sehingga kita harapkan bahwa kejadian-kejadian yang seperti itu tidak terulang,” ujar Ketua Harian DPP Partai Gerindra tersebut.

Baca juga: 4 Fakta Ratusan Siswa Diduga Keracunan MBG di Kupang, Menu Disebut Basi, Aromanya Tak Sedap

Sebanyak 200 siswa SMPN 8 Kota Kupang NTT mengalami gejala keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG).

Rekomendasi Untuk Anda

Dari 200 siswa tersebut, 140 siswa di antaranya dirujuk ke Rumah Sakit Mamami, RSUD SK Lerik, dan Rumah Sakit Siloam. 

Update terkini, melihat ratusan teman-temannya tumbang jadi korban keracunan MBG, siswa di sekolah lain langsung trauma, menolak MBG.

Tak hanya siswa, para orangtua juga ikut trauma. Mereka minta anggaran MBG dikelola sendiri oleh orangtua. 

Baca juga: Beda Nasib 2 Siswi di Solo dan Jakarta Usai Gambar Lukisan Sketsa Wajah Presiden Prabowo

Kepala BPOM RI Taruna Ikrar merespons kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di Kupang, NTT.

Kasus ini merupakan Kejadian Luar Biasa (KLB), pihaknya sedang menguji sampel untuk mengetahui penyebab pasti keracunan itu.

“Keracunan MBG di Kupang, Nusa Tenggara Timur adalah Kejadian Luar Biasa (KLB). Kami sudah berkoordinasi dengan Balai Besar Kupang untuk turun langsung,” kata Taruna Ikrar saat ditemui di kantor BPOM RI, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (25/7/2025).

Ia mengatakan, pihaknya langsung melakukan mitigasi untuk mencegah kejadian itu terulang lagi termasuk laboratorium di balai besar POM Kupang juga telah melaksanakan penyidikan penyebab keracunan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas