Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Dari Megawati hingga Hendropriyono, Karangan Bunga Penuhi Rumah Duka Kwik Kian Gie

Kwik Kian Gie meninggal pada Senin (28/7/2025) pukul 22.00 WIB di Rumah Sakit Medistra. Kwik Kian Gie meninggal pada usia 90 tahun. 

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Fersianus Waku
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Dari Megawati hingga Hendropriyono, Karangan Bunga Penuhi Rumah Duka Kwik Kian Gie
Tribunnews.com/Fersianus Waku
KWIK KIAN GIE - Sejumlah karangan bunga di Rumah Duka Sentosa, RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Selasa (29/7/2025), tempat mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Kwik Kian Gie disemayamkan. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jenazah mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Kwik Kian Gie, disemayamkan di Rumah Duka Sentosa, RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Selasa (29/7/2025).

Pantauan Tribunnews.com, hingga pukul 10.34 WIB sejumlah orang mulai berdatangan ke Rumah Duka Sentosa.

Jenazah ekonom keturunan Tionghoa ini ditempatkan di ruangan B lantai dasar Rumah Duka Sentosa.

Ucapan belasungkawa pun mengalir.

Itu tampak dari deretan karangan bunga yang memenuhi halaman depan rumah duka.

Karangan bunga tersebut berasal dari berbagai tokoh nasional.

Diantaranya Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, dan Bendahara Umum PDIP Olly Dondokambey.

Rekomendasi Untuk Anda

Ucapan duka juga datang dari Wakil Bendahara Umum PDIP Rudianto Tjen hingga mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) A.M. Hendropriyono. 

Dirawat di Rumah Sakit

Kwik Kian Gie meninggal pada Senin (28/7/2025) pukul 22.00 WIB di Rumah Sakit Medistra. Kwik Kian Gie meninggal pada usia 90 tahun. 

Kwik Kian Gie sempat dirawat di rumah sakit (RS) selama dua bulan.

Dia lahir 11 Januari 1935 di Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Ia merupakan lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI). 

Lalu melanjutkan studi di Nederlandsche Economiche Hogeschool, Roterdam, Belanda selama tujuh tahun dari 1956-1963.

Lalu pada 1963-1964, dia bekerja sebagai asisten atase kebudayaan dan penerangan pada Kedutaan Besar (Kedubes) RI di Den Haag, Belanda.

Setahun berselang, Kwik ditunjuk menjadi Direktur Nederlands-Indonesische Goederen Associatie, namun bubar sebelum berdiri.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas