Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Beda dengan Ombak, Tsunami Setinggi 50 cm Bisa Mematikan, Begini Penjelasan Ahli

Pada kasus tsunami lintas samudra seperti yang berasal dari wilayah Kamchatka, Rusia, gelombangnya bisa mencapai panjang hingga 250 kilometer 

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Beda dengan Ombak, Tsunami Setinggi 50 cm Bisa Mematikan, Begini Penjelasan Ahli
Pinterest
ILUSTRASI TSUNAMI - Tsunami bukanlah ombak biasa yang datang dan pergi dalam hitungan detik.  Tsunami adalah gelombang laut raksasa yang terbentuk dari pergerakan massa air secara mendalam dan masif akibat gempa bumi bawah laut, longsoran, atau letusan gunung api 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Saat mendengar peringatan tsunami dengan ketinggian gelombang hanya 50 sentimeter, sebagian dari kita mungkin merasa santai dan menganggapnya tidak berbahaya. 

“Ah, cuma segitu, gak bakal sampai ke rumah kok,” begitu pikir sebagian orang.

Tapi, tahukah Anda bahwa tsunami setinggi 50 cm pun bisa mematikan?

Yuk, kita bahas kenapa tsunami kecil tetap harus diwaspadai?

Kapusdatinkom Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari PhD memberikan ilustrasi untuk memahami bahayanya.

Perlu diingat tsunami bukanlah ombak biasa yang datang dan pergi dalam hitungan detik. 

"Tsunami adalah gelombang laut raksasa yang terbentuk dari pergerakan massa air secara mendalam dan masif akibat gempa bumi bawah laut, longsoran, atau letusan gunung api," kata Abdul Muhari melalui keterangan tertulis, Rabu (30/7/2025).

Rekomendasi Untuk Anda

 Nah, bayangkan gelombang tsunami seperti rangkaian gerbong kereta api yang sangat panjang—bisa mencapai ratusan kilometer panjangnya.

Baca juga: BMKG Umumkan Tsunami Capai Perairan Indonesia, Sarmi Papua Catat 19 Cm

Ketika gerbong paling depan (gelombang pertama) sampai ke daratan, gerbong-gerbong di belakangnya tidak otomatis berhenti.

"Justru mereka terus “mendorong” dari belakang," katanya.

Pada kasus tsunami lintas samudra seperti yang berasal dari wilayah Kamchatka, Rusia, gelombangnya bisa mencapai panjang hingga 250 kilometer. 

Ketika gelombang ini memasuki wilayah pesisir yang sempit, seperti teluk atau muara sungai, topografi tempat tersebut bisa memicu amplifikasi gelombang.

Apa artinya? Energi yang datang dari gelombang di belakang terus terdorong masuk ke dalam teluk, menyebabkan osilasi atau getaran air yang berulang-ulang. 

Akibatnya, ketinggian tsunami yang awalnya hanya 50 cm bisa melonjak drastis ketika sampai ke daratan.

Studi Kasus: Tsunami Jepang 2011 dan Teluk Youtefa, Jayapura

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas