Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Penyebab dan Jenis Gempa Bumi yang Guncang Kamchatka Rusia Menurut BMKG

BMKG mengungkap penyebab gempa bumi magnitudo 8,7 di Kamchatka Rusia akibat adanya aktivitas subduksi lempeng.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: David AdiAdi
Editor: Tiara Shelavie
zoom-in Penyebab dan Jenis Gempa Bumi yang Guncang Kamchatka Rusia Menurut BMKG
bmkg.go.id
GEMPA RUSIA - Gempa berkekuatan magnitudo 8,7 mengguncang Kota Petropavlovsk-Kamchatsky, Rusia pada Rabu (30/7/2025) pagi waktu setempat. BMKG mengungkap penyebab gempa bumi magnitudo 8,7 di Kamchatka Rusia akibat adanya aktivitas subduksi lempeng. 

TRIBUNNEWS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan mengenai penyebab gempa bumi dengan magnitudo 8,7 yang mengguncang Semenanjung Kamchatka, Rusia pada Rabu (30/7/2025) pagi waktu setempat.

Gempa bumi yang memicu gelombang tsunami tersebut berpusat di koordinat 52,51° LU; 160,26° BT.

Menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa terjadi sekitar 126 km dari Petropavlovsk-Kamchatsky, ibu kota Kamchatka, pada kedalaman 18,2 km.

Sedangkan jarak Kamchatka dengan Moskow yakni 6.766 Km. Apabila ditempuh menggunakan pesawat akan memakan waktu kurang lebih 9 jam.

Dikutip dari laman resmi BMKG, penyebab dari gempa bumi ini yakni adanya aktivitas subduksi lempeng pada Palung Kurile-Kamchatka (Kurile-Kamchatka Trench).

Subduksi lempeng adalah proses geologi di mana satu lempeng tektonik bergerak di bawah lempeng tektonik lainnya, biasanya terjadi di batas lempeng konvergen.

Baca juga: Gempa 8,7 M Guncang Rusia, Ini Estimasi Waktu Tiba Gelombang Tsunami di Indonesia Menurut BMKG

Aktivitas subduksi lempeng tersebut bisa menimbulkan getaran yang disebut gempa bumi.

Rekomendasi Untuk Anda

Berdasarkan jenisnya, gempa bumi ini merupakan gempa tektonik karena adanya aktivitas subduksi lempeng.

Sedangkan berdasarkan kedalamannya, gempa yang mengguncang Semenanjung Kamchatka Rusia tersebut merupakan gempa dangkal.

Gempa bumi dangkal adalah gempa yang titik pusatnya (hiposentrum) berada kurang dari 60 km di bawah permukaan bumi.

Gempa dangkal cenderung menghasilkan getaran yang lebih kuat dan berpotensi menimbulkan kerusakan yang lebih besar.

Selain itu, gempa dangkal cenderung bisa menimbulkan gelombang tsunami apabila memiliki kekuatan yang besar (di atas magnitudo 7,0).

Dampak Gempa Rusia

Berdasarkan analisis Pacific Tsunami Warning Center, gempa bumi magnitudo 8,7 yang mengguncang Semenanjung Kamchatka Rusia berpotensi memicu gelombang tsunami di beberapa negara, seperti Jepang, Alaska, Filipina, Hawaii, dan Guam.

Selain itu, sejumlah wilayah di Indonesia bagian Timur yang berbatasan langsung dengan Samudra Pasifik juga berpotensi terdampak gelombang tsunami.

Adapun wilayah di Indonesia yang berpotensi terdampak tsunami yaitu:

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas