Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Akademisi: Bendera One Piece kok Jadi Tertuduh Pemecah Belah Bangsa?

Bakir Ihsan heran dengan sikap pemerintah yang menganggap fenomena pengibaran bendera One Piece sebagai upaya pemecah belah bangsa.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Akademisi: Bendera One Piece kok Jadi Tertuduh Pemecah Belah Bangsa?
DOK TRIBUNNEWS
BENDERA ONE PIECE - Akademisi dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Bakir Ihsan mengaku heran dengan sikap pemerintah yang menganggap fenomena pengibaran bendera One Piece jelang Hari Kemerdekaan 17 Agustus 1945 sebagai upaya pemecah belah bangsa.  

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Akademisi dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Bakir Ihsan mengaku heran dengan sikap pemerintah yang menganggap fenomena pengibaran bendera One Piece jelang Hari Kemerdekaan 17 Agustus 1945 sebagai upaya pemecah belah bangsa. 

Padahal, pengibaran bendera tersebut hanya bagian dari ekspresi masyarakat.

Baca juga: Soal Penghapusan Mural One Piece di Sragen, Dandim: TNI-Polri Tidak Melarang Demokrasi

A Bakir Ihsan yang bergelar doktor ini adalah seorang akademisi dan peneliti di bidang ilmu politik, yang aktif mengajar di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. 

Ia dikenal karena kontribusinya dalam kajian ideologi politik, perilaku politik, dan politik identitas, terutama dalam konteks Indonesia.

Bakir Ihsan sering mengangkat isu pluralisme, moderasi beragama, dan peran agama dalam ruang publik, menjadikannya salah satu pemikir yang relevan dalam diskursus politik dan keislaman kontemporer.

 

 

Rekomendasi Untuk Anda

One Piece sendiri merupakan salah satu karya dalam dunia anime dan manga asal Jepang, buatan Eiichiro Oda. 

Bendera berlatar hitam dan bergambar tengkorak itu merujuk pada Jolly Roger, sebuah simbol tengkorak yang digunakan sebagai identitas bajak laut.

"Ya (keliru), stigmatisasi dan simplifikasi, terlalu menyederhanakan masalah. Bendera kok jadi tertuduh pemecah belah bangsa," kata Bakir kepada wartawan, Senin (4/8/2025).

Baca juga: Sosok Brigjen Hengki, Wakapolda Banten yang Bakal Tindak Tegas Pengibar Bendera One Piece

Pemerintah, kata Bakir, tidak perlu terlalu reaktif terhadap kemunculan bendera One Piece. 

Apalagi, demokrasi memang memberi ruang bagi individu maupun kelompok untuk berekspresi.

"Ya, tidak perlu. Bila Indonesia yakin dengan demokrasi, maka pengibaran bendera One Piece dan sejenisnya adalah bagian di dalamnya, tinggal bagaimana pemerintah memahaminya," jelas Bakir.

Ia kemudian menyinggung soal pemberian abolisi dan amnesti kepada koruptor. 

Padahal tindakan koruptor lebih jelas dalam memecah belah bangsa.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas