Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pakar Forensik Sebut Tes DNA Ridwan Kamil dan Lisa Mariana Sulit Direkayasa

Pengambilan sampel tes DNA untuk tes paternitas dilakukan dengan cara mengambil cairan atau mengusap pipi bagian dalam. Tes ini terbilang akurat tepat

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Pakar Forensik Sebut Tes DNA Ridwan Kamil dan Lisa Mariana Sulit Direkayasa
Tribunnews/Jeprima
TES DNA - Mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil usai menjalani tes DNA di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (7/8/2025). Tes DNA tersebut dilakukan untuk membuktikan apakah Ridwan Kamil merupakan orang tua biologis dari anak Lisa Mariana di kasus dugaan pencemaran nama baik tersebut. Ridwan Kamil melakukan pemeriksaan selama empat jam lebih. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Lisa Mariana dan anak berinisial CA menjalani tes DNA(Deoxyribonucleic Acid) di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (7/8/2025). Tes DNA atau tes genetik merupakan tes medis dimana dokter akan memeriksa dan menganalisa informasi genetik yang terkandung pada DNA seseorang.

Baca juga: Lisa Unggah Wajah Anak Sebelum Tes DNA, Lalu Menghilang dari Media Sosial

Metode ini bisa dilakukan untuk berbagai keperluan, diantaranya adalah mengetahui ayah biologis atau disebut tes paternitas. Tes ini terbilang akurat hingga 99,99 persen.

Namun muncul pertanyaan apakah hasil tes DNA bisa direkayasa?

Dokter Spesialis Forensik Dr. dr. Ade Firmansyah Sugiharto, Sp.F. menjelaskan, pengerjaan tes DNA ini sangat ketat. Mulai dari pengambilan sampel hingga pemeriksaan lab menerapkan prosedur chain of custody.

Prosedur itu adalah proses pencatatan yang sistematis dan kronologis atas perpindahan dan penanganan suatu barang bukti fisik maupun digital dari satu pihak ke pihak lain. Meski demikian, rekayasa hasil bisa saja terjadi di luar laboratorium. Itu pun sangat kecil terjadi.

“Karena dari awal sampel diambil sampai ke laboratorium itu harus terjaga chain of custody-nya. Lab yang digunakan berstandar internasional sehingga hasilnya aman. Jadi tidak mungkin keliru. Kecuali tadi, sampel ditukar itu mungkin terjadi tapi bukan dari sisi laboratorium yang memeriksanya,” jelas dia saat dihubungi Tribunnews.com, Kamis (7/8/2025).

Ia mengatakan, pengambilan sampel tes DNA untuk tes paternitas dilakukan dengan cara mengambil cairan atau mengusap pipi bagian dalam pada ketiga individu yaitu ayah, ibu dan anak. Secara statistik perhitungan akurasinya mencapai 99,999 persen.

Rekomendasi Untuk Anda

“Kenapa perhitungan hasil DNA itu tidak 100 persen? Karena hanya memeriksa di 23 lokus DNA (merujuk pada 23 pasang kromosom yang dimiliki oleh manusia). Tidak bisa semua lokus diperiksa karena biayanya besar sekali. Standar dari Interpol di dunia memang di 23 lokus itu,” ungkap dr Ade.

Baca juga: 5 Alasan Versi Lisa Mariana Sebut Ridwan Kamil adalah Ayah dari Anak yang Dilahirkannya

Hasil tes DNA bisa diperoleh setelah menunggu 2 hingga 4 hari. Cepat atau tidaknya hasil tes DNA sangat tergantung dengan sampel yang diambil.

“Kalau sampel yang bagus itu bisa 2 – 4 hari sudah keluar profilnya, dimana sampel diambil banyak dari individu bersangkutan. Sebaliknya jika sampelnya tidak bagus misalnya kalau kami di forensik itu jenazah yang sudah membusuk atau terbakar itu waktu yang dibutuhkan lebih lama,” jelas dia.

Baca juga: Ridwan Kamil dan Lisa Mariana Jalani Tes DNA di Beda Ruangan, Hasilnya Keluar 3 Minggu Lagi

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas