Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

TB Hasanuddin Sorot Kasus Kematian Prada Lucky: Jangan Alih-alih Pembinaan Tapi Kebablasan

Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDI Perjuangan (PDIP), TB Hasanuddin merespons kasus tewasnya Prajurit Dua (Prada) Lucky Chepril Saputra Namo.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Fersianus Waku
Editor: Adi Suhendi
zoom-in TB Hasanuddin Sorot Kasus Kematian Prada Lucky: Jangan Alih-alih Pembinaan Tapi Kebablasan
Tribunnews.com/ Fersianus Waku
PRADA LUCKY TEWAS - Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDI Perjuangan (PDIP), TB Hasanuddin, saat ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (12/8/2025). TB Hasanuddin merespons kasus tewasnya Prada Lucky Chepril Saputra Namo di NTT. 

Prada Lucky merupakan prajurit TNI dari Teritorial Pembangunan 834 Wakanga Mere Nagekeo, NTT.

Terkini, sebanyak 20 prajurit telah ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus tewasnya Prada Lucky.

Para tersangka juga telah ditahan di Subdenpom IX 1-1 Ende.

Penyidik Polisi Militer juga telah menyiapkan lima pasal kepada para tersangka sesuai dengan perannya masing-masing.

Namun demikian, proses penyidikan dan pendalaman masih berlanjut hingga saat ini.

Sosok Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin

Tubagus Hasanuddin atau TB Hasanuddin merupakan pria kelahiran Majalengka, Jawa Barat pada 8 September 1952.

Ia merupakan purnawirawan perwira tinggi TNI. Terakhir berdinas di TNI ia menyandang pangkat jenderal bintang dua atau mayor jenderal (Mayjen).

Rekomendasi Untuk Anda

Jebolan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) atau Akademi Militer (Akmil) tahun 1974 ini memiliki pengalaman panjang di dunia militer hingga akhirnya bergabung dengan PDIP setelah pensiun dari TNI.

Ia pertama menjadi anggota DPR RI dari fraksi PDIP pada 2009.

Sebelum masuk ke dunia politik, sejumlah jabatan strategis pernah ditempati TB Hasanuddin saat menjadi perwira aktif di TNI. Di antaranya:

  • Bertugas di Kostrad (1993—1994)
  • Bertugas di Kodam Jaya (1994—1996)
  • Ajudan Wapres Try Sutrisno (1996)
  • Ajudan Presiden B.J. Habibie (1998—1999)
  • Kastaf Garnisun Jakarta (1999—2001)
  • Sekretaris Militer Presiden Megawati Soekarnoputri (2001—2004)
  • Sekretaris Militer Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (2004—2005)
  • Staf Mabes TNI AD (2005—2009)
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas