Temani Abraham Samad, Saut Situmorang Tantang Polisi Berdebat 3 Hari soal Polemik Ijazah Jokowi
Saut Situmorang menantang pihak kepolisian berdebat terkait syarat formil dan materiil polemik Ijazah Presiden RI ke-7, Joko Widodo.
Penulis:
Abdi Ryanda Shakti
Editor:
Dewi Agustina
Polisi masih melakukan pemanggilan kembali kepada para terlapor untuk melengkapi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di tahap penyidikan.
Penyidik baru dapat menentukan apakah para terlapor ditetapkan sebagai tersangka.
Tentang Saut Situmorang
Saut Situmorang lahir di Medan, Sumatra Utara, 20 Februari 1959.
Dia berasal dari suku Batak Toba, marga Situmorang.
Saut Situmorang adalah sosok yang berani, berprinsip, dan konsisten dalam memperjuangkan integritas lembaga negara.
Pendidikan tinggi di bidang manajemen dan fisika, termasuk studi doktoral di Universitas Indonesia dan Universitas Krisnadwipayana.
Karier Profesional
- Intelijen, bergabung dengan Badan Intelijen Negara (BIN) sejak 1987
- Diplomasi, Sekretaris III KBRI Singapura, 1997–2001
- Diplomasi, Sekretaris I KBRI Canberra, Australia, 2008–2011
- Pendidikan, Dosen di Universitas Indonesia dan STIN Sejak 2004
- Antikorupsi, Wakil Ketua KPK, 2015–2019
Aktivisme dan Sikap Politik
Saut dikenal vokal dalam isu penegakan hukum dan antikorupsi.
Pada Agustus 2025, ia mendampingi Abraham Samad dalam pemeriksaan kasus dugaan fitnah ijazah palsu Presiden Jokowi, dan menyuarakan kritik terhadap sistem hukum yang dianggap sarat kepentingan politik3.
Ia menyatakan bahwa kehadirannya adalah bagian dari upaya meluruskan ideologi dan sistem hukum yang rusak, serta membela kebebasan berpendapat.
Baca tanpa iklan