Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Menteri Wihaji: Anak-anak PAUD Perlu Diberi Pelajaran tentang Pancasila

Wihaji mengatakan pengetahuan tentang bangsa dan negara merupakan modal bagi mereka sebagai generasi penerus bangsa.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Menteri Wihaji: Anak-anak PAUD Perlu Diberi Pelajaran tentang Pancasila
Tribunnews.com/ Rina
ANAK-ANAK PAUD di BKKBN. Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN, Wihaji, mendukung pengajaran Pancasila masuk dalam Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Hal itu disampaikan Puncak Acara Pekan Merah Putih Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) di kantor BKKBN, Halim Perdanakusama, Jakarta Timur, Selasa (19/8/2025). 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/ Kepala BKKBN, Wihaji, mendukung pengajaran Pancasila masuk dalam Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Hal ini dia sampaikan dia dalam kegiatan Puncak Acara Pekan Merah Putih Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) di kantor BKKBN, Halim Perdanakusama, Jakarta Timur, Selasa (19/8/2025).

Baca juga:  Menteri Wihaji Instruksikan BKKBN Prioritaskan Program yang Dukung Bonus Demografi

"Ini penting mulai dari kecil diajarkan tentang Pancasila, Bhineka Tunggal Ika dan sebagainya jadi bagian pendidikan usia dini," kata eks bupati Batang, Jawa Tengah, periode 2017-2022.

PERAN AYAH -  Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/ Kepala BKKBN Wihaji dalam kegiatan ‘Bincang Keluarga: Membangun Keluarga Harmonis dan Tangguh’ yang dilaksanakan  di Ballroom kantor Kemendukbangga)/ BKKBN pada Senin (14/4/2025). Ia mengungkapkan kekhawatiran tumbuh kembang anak yang kehilangan sosok ayah dalam pengasuhannya atau fatherless..
PERAN AYAH - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/ Kepala BKKBN Wihaji dalam kegiatan ‘Bincang Keluarga: Membangun Keluarga Harmonis dan Tangguh’ yang dilaksanakan di Ballroom kantor Kemendukbangga)/ BKKBN pada Senin (14/4/2025). Ia mengungkapkan kekhawatiran tumbuh kembang anak yang kehilangan sosok ayah dalam pengasuhannya atau fatherless.. (Tribunnews.com/Rina Ayu)

Ia mengatakan, pengetahuan tentang bangsa dan negara merupakan modal bagi mereka sebagai generasi penerus bangsa.

"Pengenalan sejak dini tentang NKRI itu cikal bakal suatu saat mereka menjadi generasi penerus."

"Mereka akan bercerita tentang sejarah Indonesia, pahlawan tentang kemerdekaan Hari ini minimal sudah tahu," jelas dia.

Rekomendasi Untuk Anda

Ke depan, pihaknya berharap bersama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bisa menanamkan nilai-nilai Pancasila sejak usia dini melalui TAMASYA.

Saat ini BPIP sendiri telah mengembangkan materi pembelajaran Pancasila termasuk PAUD melalui kegiatan yang menyenangkan dan sesuai dengan tahap perkembangan anak.

Tamasya

Tamasya merupakan program dari BKKBN untuk memberikan layanan pengasuhan anak usia dini yang terintegrasi, ramah keluarga, dan membantu orang tua yang bekerja. 

Program ini diperuntukkan bagi anak usia 0-5 tahun yang orang tuanya bekerja di Kementerian dan Lembaga. 

Tamasya menjadi salah satu quick win dari Kemendukbangga dan melibatkan kementerian lain seperti Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Sosial, serta Kementerian Ketenagakerjaan.

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas