Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Dihadiri Banyak Tokoh: Mbak Tutut Luncurkan Buku Memoar, Begini Impresi Bamsoet

Buku yang memuat lebih dari 500 halaman ini mengisahkan perjalanan hidup, dan nilai hidup Mbak Tutut, mulai dari masa kecilnya

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Choirul Arifin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Dihadiri Banyak Tokoh: Mbak Tutut Luncurkan Buku Memoar, Begini Impresi Bamsoet
Istimewa
MEMOAR MBAK TUTUT - Acara diskusi di peluncuran buku memoar "Selangkah di Belakang Mbak Tutut" di Ballroom Prajurit, Balai Sudirman, Jakarta, baru-baru ini 

Salah satu momen berkesan adalah ketika Mbak Tutut membawa hasil kerajinan tangan suku Asmat dari Papua ke Amerika Serikat.

Karya seni tersebut mampu memukau masyarakat di Negeri Paman Sam hingga karyanya dipajang di gedung kota New York.

“Saya pernah ikut ke Papua, dulu masih disebut Irian Jaya. Mbak Tutut begitu bersemangat mengangkat kerajinan Asmat yang orisinal, lalu memperkenalkannya ke dunia. Itu menjadi bukti kepeduliannya terhadap budaya bangsa,” kata Donna.

Buku 'Selangkah di Belakang Mbak Tutut' juga mengungkap sosoknya yang memiliki talenta luar biasa di berbagai bidang.

Baca juga: Bukan Cuma Jadi Drummer dan Fotografer, Kini Menteri Basuki Jajan Tutut saat Presiden Jokowi Kunker 

Baik dalam dunia bisnis, kegiatan sosial, seni-budaya, dan lain-lain.

Buku itu juga menampilkan kisah dari balik layar berbagai kiprah strategis Mbak Tutut.

Misalnya atas keberhasilannya dalam memimpin pembangunan jalan layang tol pertama di Indonesia dengan teknologi Sosrobahu, hingga memenangkan tender international saat membangun Metro Manila Skyway di Filipina atas permintaan Presiden Fidel Ramos dan membangun jalan tol Ayer Hitam – Yong Peng Timur di Malaysia.

Rekomendasi Untuk Anda

Selain itu, Mbak Tutut juga dikenal sebagai aktivis sosial yang turun langsung ke lokasi bencana, hingga memimpi Persatuan Donor Darah Indonesia dan Palang Merah Indonesia.

“Buku ini bukan sekadar dokumentasi, tapi sebuah ajakan untuk kembali pada nilai ketulusan dalam bekerja, kesetiaan dalam keluarga, dan keberanian untuk mengabdi. Dari keluarga ke bangsa, dari bisnis ke sosial, itulah warisan yang Mbak Tutut sampaikan,” tutur ⁠Tria S.P. Ismail Saleh selaku  penanggung jawab buku.(tribunnews/fin)

 

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas