Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Faktor Ekonomi Jadi Alasan Guru Minta Usia Pensiun Diperpanjang Jadi 65 Tahun

Sejumlah guru menilai faktor ekonomi menjadi alasan kuat agar usia pensiun tidak dipatok di 60 tahun. 

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Faktor Ekonomi Jadi Alasan Guru Minta Usia Pensiun Diperpanjang Jadi 65 Tahun
tangkapan layar
USIA PENSIUN GURU - Anggota DPR Nasir Djamil menyampaikan keterangan secara daring dalam sidang lanjutan perkara Nomor 99/PUU-XXIII/2025 di Mahkamah Konstitusi, Kamis (21/8/2025). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejumlah guru menilai faktor ekonomi menjadi alasan kuat agar usia pensiun tidak dipatok di 60 tahun. 

Hal itu mereka sampaikan saat jadi saksi dalam sidang di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Kamis (21/8/2025).

Sidang perkara Nomor 99/PUU-XXIII/2025 ini menyoroti perbedaan batas usia pensiun antara guru (60 tahun) dan dosen (65 tahun) dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

Guru SMA Negeri 2 Semarang, Teguh Wibowo menuturkan, banyak rekannya yang usai pensiun tetap mencari pekerjaan lain untuk memenuhi kebutuhan hidup.

"Banyak di antara teman-teman kami yang pensiun itu setelah usia 60, justru kemudian mencari pekerjaan lain," ujar Teguh.

Di luar dari dorongan ekonomi, pernyataan itu ditegaskan Ramli sebagai bukti guru di usia 60 tahun masih mampu secara fisik maupun pikiran.

"Di sisi lain, para guru yang dipensiun pada usia 60 masih banyak yang harus menanggung ekonomi pencukupan kebutuhan bagi anak-anaknya yang masih sekolah atau kuliah dan keluarganya," sambung Teguh. 

Rekomendasi Untuk Anda

"Karena itu, tentu saja mereka masih membutuhkan pendapatan yang lebih besar dibanding kalau mereka menjadi pensiun," tegasnya.

Hal senada disampaikan Ramli, seorang guru dari sebuah SMP di Demak.

Ia menilai pensiun di usia 60 tahun membuat guru kehilangan kesempatan untuk memaksimalkan masa kerja. 

Menurutnya, gaji yang diterima selama aktif mengajar lebih banyak habis untuk biaya pendidikan anak.

Sehingga tidak cukup tersisa untuk investasi jangka panjang maupun menjamin kesejahteraan keluarga.

"Sehingga kalau sampai usia 60, kemudian kami diputus harus pensiun, ya, kami dalam masa kerja yang ada, hanya habis untuk investasi pendidikan anak," ujarnya.

"Sehingga untuk investasi dalam jangka panjang, katakanlah untuk kesejahteraan, masih belum begitu memuaskan,” tutur Ramli. 

DPR Beda Pendapat

Dalam kesempatan yang sama, DPR juga menyampaikan pandangannya.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas