Lebih dari 500 Ribu Warga Gaza Terjebak Kelaparan, Akses Bantuan Masih Terhambat
Tak hanya Gaza, ancaman kelaparan bisa meluas ke wilayah Deir Al-Balah dan Khan Younis dalam beberapa minggu ke depan.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Willem Jonata
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Dunia dikejutkan oleh laporan terbaru mengenai situasi di Jalur Gaza.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, kondisi kelaparan resmi dikonfirmasi di kawasan Timur Tengah.
Analisis Klasifikasi Fase Keamanan Pangan Terpadu (IPC) yang dirilis pekan ini menunjukkan lebih dari setengah juta warga Gaza kini terjebak dalam kelaparan ekstrem, dengan ancaman meluas ke wilayah Deir Al-Balah dan Khan Younis dalam beberapa minggu ke depan.
Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), UNICEF, Program Pangan Dunia (WFP), serta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyerukan gencatan senjata segera dan akses kemanusiaan tanpa hambatan agar bantuan dapat menjangkau masyarakat sipil yang kian terhimpit krisis.
Kelaparan yang Bisa Dicegah
Kelaparan ditetapkan ketika tiga indikator kritis terpenuhi: kekurangan pangan ekstrem, malnutrisi akut, dan meningkatnya angka kematian akibat kelaparan.
Analisis IPC menegaskan bahwa semua kriteria ini kini terjadi di Gaza.
Baca juga: Anggota Komisi I DPR: Bencana Kelaparan di Gaza Harus Menjadi Alarm Bagi Dunia Internasional
Laporan tersebut mengungkapkan, pada akhir September mendatang, lebih dari 640 ribu orang akan menghadapi kerawanan pangan paling parah (IPC Fase 5).
Sementara 1,14 juta orang berada dalam kategori darurat (Fase 4) dan hampir 400 ribu lainnya dalam kondisi krisis (Fase 3).
Kondisi ini disebut sebagai kemerosotan paling serius sejak IPC mulai melakukan penilaian kerawanan pangan akut di Gaza.
Tragedi ini juga menandai pertama kalinya kelaparan secara resmi diumumkan di wilayah Timur Tengah.
“Masyarakat di Gaza telah menghabiskan segala cara untuk bertahan hidup. Kelaparan dan malnutrisi merenggut nyawa setiap hari,” ujar Qu Dongyu, Direktur Jenderal FAO pada website resmi WHO, dilansir, Senin (25/8/2025).
Anak-anak Jadi Korban Terberat
Krisis pangan ini paling terasa pada anak-anak. UNICEF mencatat, pada bulan Juli saja terdapat lebih dari 12 ribu anak yang mengalami malnutrisi akut, angka tertinggi sepanjang catatan dan meningkat enam kali lipat sejak awal tahun.
Bahkan, satu dari empat anak tersebut mengalami malnutrisi akut berat, kondisi paling mematikan bagi tumbuh kembang mereka.
Kondisi serupa dialami perempuan hamil dan menyusui.