Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Prabowo Terkesan Lihat Dokter yang Pilih Mengabdi di Indonesia Meski Gaji Luar Negeri Lebih Besar

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi kepada para dokter dan tenaga medis Indonesia yang memilih mengabdi di dalam negeri.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Prabowo Terkesan Lihat Dokter yang Pilih Mengabdi di Indonesia Meski Gaji Luar Negeri Lebih Besar
Tribunnews/Taufik Ismail
PRESIDEN PRABOWO - Presiden Prabowo Subianto meresmikan gedung layanan terpadu dan institut neurosains nasional Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) Jakarta, Selasa,(26/8/2025). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi kepada para dokter dan tenaga medis Indonesia yang memilih mengabdi di dalam negeri.

Meskipun peluang mendapat penghasilan lebih besar terbuka lebar di luar negeri. 

Hal itu disampaikannya saat meresmikan Gedung Layanan Terpadu dan Institut Neurosains Nasional RS Pusat Otak Nasional Mahar Mardjono, Jakarta Timur, Selasa (26/8/2025).

Dalam pidatonya, Prabowo menilai dedikasi tenaga medis patut dihargai karena mereka tetap setia berbakti untuk bangsa.

“Mungkin kalau kau diiming-iming untuk luar negeri mungkin Anda juga bisa dapat gaji yang jauh lebih besar, tapi saudara-saudara terus berbakti kepada negara kita,” kata Prabowo.

Ia menegaskan bahwa keberadaan dokter, profesor, dan spesialis adalah aset penting yang menopang pembangunan sektor kesehatan.

Atas nama negara, Prabowo pun menyampaikan rasa terima kasihnya.

Rekomendasi Untuk Anda

“Atas nama bangsa dan negara saya ucapkan terima kasih kepada saudara,” ujarnya.

Di sisi lain, Prabowo menyoroti defisit besar tenaga dokter spesialis di Indonesia. Ia menyebut, jumlah kekurangan saat ini mencapai 70 ribu orang. 

Prabowo mengungkapkan, dengan produksi tenaga dokter spesialis yang terbatas, kondisi tersebut bisa butuh puluhan tahun untuk dipenuhi.

“Saya menginginkan karena saya dapat laporan kita kekurangan 70.000 dokter spesialis, 70.000. Kita harus segera mengejar itu. Hari ini saya dapat laporan, dokter spesialis 2.700 per tahun. Jadi kalau kita mengharapkan mengisi 70.000 dokter spesialis, kita harus nunggu 35 tahun,” katanya.

Ia menekankan, langkah normatif tidak cukup untuk mengatasi masalah tersebut.

Pemerintah, menurutnya, harus mencari terobosan agar target pemenuhan kebutuhan dokter dapat tercapai lebih cepat.

“Kita harus berupaya dengan langkah-langkah yang tidak bisa langkah normatif. Mengejar pembangunan Indonesia tidak bisa business as usual. We have to work harder, we have to do our best,” ujarnya.

Untuk itu, Prabowo menyampaikan rencana menambah kapasitas pendidikan kedokteran di tanah air.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas