Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Bripka Erick, Polisi Subang yang Dedikasikan Diri Dampingi ODGJ lewat Mengaji

Kisah inspiratif Bripka Erick, anggota Polsek Sagalaherang Subang, yang peduli ODGJ dengan mendampingi mereka belajar mengaji penuh kasih sayang.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Content Writer
zoom-in Bripka Erick, Polisi Subang yang Dedikasikan Diri Dampingi ODGJ lewat Mengaji
dok. Polda Jawa Barat
POLRI UNTUK MASYARAKAT - Bripka Erick, anggota Polsek Sagalaherang Polres Subang, menunjukkan wujud nyata pelayanan penuh empati lewat kepeduliannya kepada Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). 

TRIBUNNEWS.COM - Sebagai aparat penegak hukum, polisi tidak hanya dituntut untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga hadir memberikan pelayanan yang humanis.

Nilai Presisi Polri—prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan—menjadi landasan dalam setiap langkah pengabdian. 

Tak heran, banyak anggota Polri yang melampaui tugas formalnya demi memberi dampak positif bagi lingkungan sekitar. Salah satunya adalah Bripka Erick, anggota Polsek Sagalaherang Polres Subang, yang menunjukkan wujud nyata pelayanan penuh empati lewat kepeduliannya kepada Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Ia rela meluangkan waktu dan tenaga untuk membantu para Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Desa Cintamekar, Subang, Jawa Barat.

Bripka Erick bahkan membangun tempat khusus bagi para ODGJ untuk belajar mengaji bersamanya. Meskipun awalnya mendapat penolakan dari sebagian warga, semangatnya tak pernah padam.

“Dengan diberi pendekatan dan pemahaman, kini warga justru antusias membantu kami,” kata Bripka Erick dalam keterangannya.

Tergerak oleh rasa iba, Bripka Erick bertekad untuk mendampingi para ODGJ hingga mereka pulih.

Rekomendasi Untuk Anda

“Rasa iba dari hati nurani menuntun saya untuk membantu para ODGJ,” ujarnya.

Baca juga: Mengenal Aiptu Jimmy Farma, Pendiri Pondok Al-Qur’an Gratis untuk Masyarakat

 

Awalnya, ia mengaku merasa canggung dan takut, namun tekadnya untuk membantu sesama mengalahkan rasa tersebut.

“Saya menerapkan bahwa kita harus saling tolong-menolong, dan kebetulan saya diberikan kesempatan oleh Allah untuk membantu mereka,” sambungnya.

Bripka Erick menyadari bahwa para ODGJ tidak hanya membutuhkan pengobatan, tetapi juga kasih sayang dan kehadiran orang lain.

“Dari kacamata saya sebagai Bhayangkara, yang mereka butuhkan tidak hanya obat-obatan, tapi yang utama adalah cinta dan kasih sayang,” katanya.

Melalui kegiatan mengaji, Bripka Erick berharap para ODGJ dapat menemukan ketenangan dan mengingat Tuhannya, meskipun mereka mungkin lupa pada diri mereka sendiri.

Kisah Bripka Erick ini menjadi inspirasi bagi banyak orang tentang arti pengabdian dan kepedulian terhadap sesama.

Baca juga: Kisah Ipda Ali, Polisi DIY yang Dedikasikan Seluruh Gaji untuk Anak Asuh dan Bangun Masjid

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas