Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

UPDATE: Polisi Tembakkan Gas Air Mata, Massa Aksi DPR Dipukul Mundur ke Semanggi

Massa aksi DPR dipukul mundur ke Semanggi usai ditembaki gas air mata. Demo pecah buntut tewasnya Affan Kurniawan dan isu gaji DPR.

Tayang:
Diperbarui:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Reza Deni
zoom-in UPDATE: Polisi Tembakkan Gas Air Mata, Massa Aksi DPR Dipukul Mundur ke Semanggi
Tribunnews.com/Reza Deni
DEMO DI DPR: Suasana demonstrasi lanjutan terkait tunjangan DPR dan meninggalnya, pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan, di depan gerbang Gedung DPR RI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Sabtu (30/8/2025). Tampak massa aksi dipukul mundur polisi melepaskan tembakan gas air mata.  

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Bentrokan antara aparat dan massa aksi pecah di depan Gedung DPR RI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Sabtu malam (30/8/2025). Setelah melakukan aksi sejak siang, massa dipukul mundur ke arah Semanggi oleh aparat kepolisian yang menembakkan gas air mata dan menyemprotkan water canon.

Pantauan di Jalan Gatot Subroto menunjukkan suasana mencekam. Polisi berbaris dengan tameng, bergerak maju secara berderap di bawah komando.

Massa aksi membalas dengan lemparan batu dan petasan, sebelum akhirnya mundur akibat tembakan gas air mata dan semburan air dari kendaraan taktis.

Akses lalu lintas dari Semanggi menuju Slipi ditutup sejak siang dan belum dibuka kembali hingga malam. Situasi di sekitar kawasan Gedung DPR, Senayan, masih dijaga ketat oleh aparat gabungan.

Baca juga: Sahroni, Eko, Uya: Trio DPR yang Dicari Pendemo dan Netizen, Satu Kena Serbu

Gelombang demonstrasi besar-besaran ini dipicu oleh dua peristiwa utama. Pertama, kemarahan publik terhadap sejumlah kebijakan DPR RI, termasuk isu gaji dan tunjangan anggota dewan yang dinilai tidak berpihak pada rakyat. Kedua, tewasnya Affan Kurniawan (21), pengemudi ojek online, yang dilindas kendaraan taktis Brimob saat mengikuti aksi “Bubarkan DPR” di Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025).

Kematian Affan memicu solidaritas luas dari komunitas ojol dan memperluas skala demonstrasi ke berbagai kota dan provinsi. Aksi yang awalnya berlangsung damai berubah menjadi bentrokan di sejumlah titik, termasuk pembakaran fasilitas umum dan penyerangan terhadap gedung DPRD serta markas kepolisian.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas