Ke Istana, Perwakilan Mahasiswa Bantah Kompromi Tuntutan Kepada Pemerintah
Terkait tuntutan yang akan dibawa, Wayan menyebut jumlahnya beragam karena tiap organisasi memiliki fokus berbeda
Penulis:
Taufik Ismail
Editor:
Eko Sutriyanto
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejumlah Perwakilan Organisasi Mahasiswa mendatangi Istana Kepresidenan Jakarta, pada Kamis malam, (4/9/2025). MerekA mulai masuk ke Istana sekitar pukul 18.45 WIB.
Salah satu yang datang yakni Ketua Umum Pengurus Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PPKMDHI), I Wayan Darmawan.
Ia menegaskan bahwa pihaknya bersama sejumlah organisasi mahasiswa akan menyampaikan aspirasi hasil pertemuan di DPR kepada Presiden Prabowo Subianto.
"Iya ini hasil pertemuan kemaren di DPR. Jadi aspirasi yang sudah disampaikan ke DPR, tentu kita harus sampaikan juga ke Presiden," katanya.
Baca juga: Beasiswa Kuliah Sukoharjo Pintar 2025 Dibuka untuk 100 Mahasiswa, Ini Syarat Daftarnya
Menurutnya, pertemuan di DPR sebelumnya dihadiri oleh rombongan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan UKP yang melakukan rapat dengar pendapat (RDP) dengan pimpinan DPR.
Terkait tuntutan yang akan dibawa, Wayan menyebut jumlahnya beragam karena tiap organisasi memiliki fokus berbeda.
"Ya tentu tuntutannya sangat banyak sekali, karena yang hadir bukan cuma 1. Setiap UKP punya tuntutan masing-masing dan tentu nanti itu akan di catat dan disampaikan secara bergilir," katanya.
Wayan menambahkan, lebih dari 15 UKP ikut hadir ke Istana. Menanggapi tudingan bahwa organisasi yang hadir ke Istana dituding memiliki kompromi dengan pemerintah, ia membantahnya.
"Ya perihal kompromi nanti itu kan ada macam-macam tanggapan, itu sah sah saja. Tapi intinya kita yang bicara disini juga tuntutan yang disampaikan teman teman mahasiswa saat aksi di DPR," pungkasnya.