Daftar Kontroversi Raja Juli 2025: Bagi Jabatan, Sindir Megawati, Main Domino Bareng Pembalak Liar
Raja Juli Antoni disorot publik usai foto dirinya bermain domino dengan eks pembalak liar viral, picu kritik soal etika dan integritas.
Editor:
Glery Lazuardi
Hal ini setelah publik menemukan bahwa 11 kader PSI ditunjuk sebagai anggota dan staf dalam Tim FOLU Net Sink 2030, sebuah tim strategis di bawah Kementerian Kehutanan yang bertugas menurunkan emisi gas rumah kaca dari sektor kehutanan.
Berikut poin-poin utama dari kontroversi tersebut:
Berdasarkan Kepmen No. 32/2025, Raja Juli sebagai Menteri Kehutanan bertindak sebagai Penanggung Jawab/Pengarah Tim FOLU.
Dalam struktur tim, tercantum 11 nama yang diduga kader PSI, termasuk Andy Budiman, Kokok Dirgantoro, dan Sigit Widodo.
Penanggung Jawab/Pengarah menerima honor Rp50 juta per bulan, anggota Rp20 juta, dan staf kesekretariatan Rp8 juta.
Dana berasal dari anggaran negara dan hibah internasional, termasuk kontribusi dari pemerintah Norwegia melalui Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup.
Publik mempertanyakan kualifikasi para kader PSI dalam isu kehutanan dan perubahan iklim.
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, menyebut penunjukan ini sebagai bentuk penyalahgunaan kekuasaan politik.
Main Domino dengan Pembalak Liar
Kontroversi terbaru yang melibatkan Raja Juli Antoni adalah saat ia tertangkap kamera bermain domino bersama Azis Wellang, mantan tersangka kasus pembalakan liar.
Foto tersebut viral di media sosial dan memicu kritik luas dari publik serta aktivis lingkungan
Foto diambil pada awal September 2025 di posko Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS).
Raja Juli hadir untuk bertemu Menteri P2MI Abdul Kadir Karding, lalu diajak bergabung bermain domino.
Dalam foto, Raja Juli tampak duduk semeja dengan Azis Wellang dan Andi Rukman Nurdin Karumpa
Raja Juli Antoni menyampaikan klarifikasi resmi sehubungan viralnya foto dirinya main domino dengan tersangka pembalak liar.
Dalam klarifikasinya, Raja Juli mengungkit foto yang menjadi pemberitaan.
Baca tanpa iklan