Khutbah Jumat, 12 September 2025: Keutamaan Khadijah Istri Nabi Muhammad SAW
Berikut adalah teks khutbah yang berjudul "Keutamaan Khadijah Istri Nabi Muhammad SAW", bisa dibacakan saat shalat Jumat, 12 September 2025.
Penulis:
Lanny Latifah
Editor:
Febri Prasetyo
“Demi Allah, Allah tidak akan pernah menghinakanmu selamanya! Karena engkau senantiasa menyambung tali silaturahmi, berkata jujur, membantu orang yang tidak mampu, memuliakan tamu, dan membantu orang yang terkena musibah.” (H.R. Bukhari dan Muslim).
Mungkin sebagian dari umat akan beranggapan bahwa hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar karena beliau adalah istri Nabi, maka ingatlah cerita tentang Nabi Nuh dan Nabi Luth yang istrinya mendurhakai kenabian suaminya, maka hal tersebut tidaklah terjadi pada Khadijah r.a.
Kedua, pengorbanan harta. Beliau menginfakkan seluruh hartanya untuk mendukung perjuangan dakwah Islam pada masa awal yang penuh tantangan. Setidaknya ini merupakan bukti penguat atas kuatnya iman Khadijah r.a. pada ajaran agama. Dirinya rela berkorban dengan ikhlas, serta penuh totalitas dalam mendukung perjuangan agama. Sudah bukan menjadi rahasia, pengorbanan harta keluarga Nabi dalam catatan sejarah, bahwa ketika wafat Nabi dan Khadijah tidak banyak mewariskan harta benda kepada keturunannya, karena hartanya telah dihabiskan memperjuangkan Agama Allah, Ad-Diinul Haq.
Ketiga, kesetiaan dan dukungan moral. Ketika Rasulullah saw mendapat tekanan, Khadijah adalah sumber ketenangan dan penguat jiwa. Ketika Nabi saw menerima wahyu pertama di Gua Hira, beliau pulang dengan perasaan cemas, tubuh gemetar, dan hati guncang karena peristiwa luar biasa itu. Khadijah menyambutnya dengan penuh kasih. Di saat sahabat belum banyak, Khadijah menjadi benteng moral, tempat Rasulullah kembali menemukan ketenangan setelah menghadapi caci maki dan penolakan.
Sikap Khadijah ini memberi pelajaran penting bahwa sebagai seorang muslim setidaknya kita dapat menjadi pendamping yang menenangkan, bukan membebani dalam rumah tangga, kehadiran kita seharusnya menjadi sumber kekuatan, bukan sumber kegelisahan. Menguatkan saat terjatuh, dukungan moral lebih berharga daripada sekadar kritik. Setia pada kebenaran, meski menghadapi tekanan sosial atau kehilangan materi.
Jemaah Jum’at yang dimuliakan Allah,
Sebagai muslim modern, meneladani Siti Khadijah bukan berarti kita harus hidup di zaman beliau, tetapi menanamkan prinsip-prinsip akhlaknya dalam kehidupan kita saat ini yakni: pertama, integritas dalam pekerjaan dan bisnis; Menjauhi kecurangan, menjaga amanah, dan bersikap profesional dalam setiap aktivitas ekonomi atau profesi, sesuai dengan tuntunan syariat. Dalam dunia bisnis, integritas berarti menjalankan usaha dengan cara yang halal, adil, dan tidak merugikan orang lain.
Kedua, menjadi pendukung kebenaran; mendukung dakwah, kegiatan sosial, dan semua bentuk kebaikan di masyarakat. Karena telah menjadi kewajiban setiap muslim untuk berpihak, membela, dan memperjuangkan hal-hal yang benar menurut syariat Islam, meskipun kebenaran itu tidak menguntungkan dirinya atau kelompoknya.
Ketiga, menjaga kehormatan dan martabat; menghindari perilaku yang merendahkan diri atau agama di tengah godaan media dan budaya global.
Keempat, berderma untuk kepentingan umat; menggunakan harta, ilmu, dan waktu untuk membantu sesama, agar umat Islam dapat menjadi umat yang baldatun thayyibatun warabbun ghafur Semoga kita semua mampu meneladani keluhuran budi Siti Khadijah radhiyallāhu ‘anhā, sehingga Allah meridai kehidupan kita di dunia dan akhirat. Amin ya Rabbal alamin.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْم.
Khotbah Kedua
اَلْحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، اِلَهٌ لَمْ يَزَلْ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيْلًا. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَحَبِيْبُهُ وَخَلِيْلُهُ، أَكْرَمُ الْأَوَّلِيْنَ وَالْأَخِرِيْنَ، اَلْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ كَانَ لَهُمْ مِنَ التَّابِعِيْنَ، صَلَاةً دَائِمَةً بِدَوَامِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَذَرُوْا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ. وَحَافِظُوْا عَلَى الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ وَالصَّوْمِ وَجَمِيْعِ الْمَأْمُوْرَاتِ وَالْوَاجِبَاتِ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ بِنَفْسِهِ. وَثَنَى بِمَلَائِكَةِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ. إِنَّ اللّٰهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً .اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِيْ العَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وِالْأَمْوَاتِ. اَللّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَةً، اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ , رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ, رَبَّنَا آتِنَا فِي ٱلدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي ٱلْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ. عِبَادَ اللهِ، اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرُكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.
"Segala puji bagi Allah, segala puji bagi- Nya sebagaimana yang Dia perintahkan. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah semata, tanpa sekutu bagi- Nya. Dia adalah Tuhan yang senantiasa menjadi pelindung atas segala sesuatu. Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan- Nya, kekasih dan kekasih- Nya, yang paling mulia di antara yang pertama dan yang terakhir, yang diutus sebagai rahmat bagi semesta alam. Ya Allah, limpahkan shalawat dan salam kepada junjungan kami Muhammad, beserta keluarga, sahabat, dan orang- orang yang mengikuti mereka, shalawat yang senantiasa dilimpahkan- Nya selama masih ada langit dan bumi. Maka sekarang, wahai orang- orang yang hadir, bertakwalah kepada Allah sebagaimana seharusnya ditakuti, dan tinggalkanlah kekejian yang nyata maupun yang tersembunyi, dan tegakkanlah ketaatan, hadir pada shalat Jumat, shalat berjamaah, puasa, dan semua perintah dan kewajiban. Ketahuilah bahwa Allah telah memerintahkanmu dengan perintah yang dimulai dari- Nya.
Dan pujilah para malaikat yang bertasbih kepada- Nya dengan kesucian- Nya. Sesungguhnya Allah dan para malaikat- Nya menyampaikan shalawat kepada Nabi. Hai orang- orang yang beriman, sampaikan shalawat kepadanya dan salam kepadanya. Ya Allah, sampaikan shalawat kepada junjungan kami Muhammad dan kepada keluarga junjungan kami Muhammad, sebagaimana Engkau telah menyampaikan shalawat kepada junjungan kami Ibrahim dan kepada keluarga junjungan kami. Salam atas Ibrahim, dan sampaikan shalawat kepada junjungan kami Muhammad dan keluarga junjungan kami Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberikan shalawat kepada junjungan kami Ibrahim dan keluarga junjungan kami Ibrahim di seluruh alam. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung. Ya Allah, ampunilah orang- orang Muslim laki- laki dan perempuan, orang- orang mukmin laki- laki dan perempuan, yang hidup dan yang mati di antara mereka. Ya Allah, jauhkanlah dari kami musibah, harga yang tinggi, wabah penyakit, kekejian, kejahatan, kezaliman, berbagai pedang, kesulitan dan cobaan, baik yang nyata maupun yang tersembunyi, dari negeri kami ini khususnya dan dari negeri- negeri Muslim pada umumnya. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang- orang yang merugi. Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari siksa api neraka. Wahai hamba- hamba Allah, sesungguhnya Allah memerintahkan untuk berbuat adil, berbuat baik, dan berbuat baik kepada kerabat, serta melarang perbuatan keji, buruk sangka, dan kezaliman. Dia memerintahkanmu agar kamu selalu diingat. Maka ingatlah Allah, Yang Mahakuasa, niscaya Dia akan mengingatmu; dan sesungguhnya, mengingat Allah itu lebih besar."
Link download pdf. >>> di sini
(Tribunnews.com/Latifah)