Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tanggapi Desakan Reformasi Polri, Penasehat Ahli Kapolri: Yang Seperti Hoegeng Hampir Tidak Ada

Penasehat ahli Kapolri Irjen (Purn) Aryanto Sutadi memberikan tanggapan mengenai desakan masyarakat untuk reformasi di tubuh Polri.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Tanggapi Desakan Reformasi Polri, Penasehat Ahli Kapolri: Yang Seperti Hoegeng Hampir Tidak Ada
Capture YouTube Kompas TV
DESAKAN REFORMASI POLRI - Dalam foto: Penasihat ahli Kapolri, Irjen Pol Purn Aryanto Sutadi. Terkait desakan reformasi Polri dari masyarakat, Aryanto Sutadi menyebut, dibutuhkan sosok-sosok aparat kepolisian yang berintegritas tinggi dan tahu betul apa kelemahan di tubuh Polri. 

TRIBUNNEWS.COM - Penasehat ahli Kapolri Irjen (Purn) Aryanto Sutadi memberikan tanggapan mengenai desakan masyarakat untuk reformasi di tubuh Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Desakan reformasi Polri kian menguat memasuki September 2025, setelah munculnya dugaan kekerasan aparat saat menangani massa demonstrasi pada akhir Agustus 2025 di Jakarta dan beberapa kota lain.

Apalagi, muncul penangkapan paksa, korban luka, maupun korban jiwa

Selain itu, desakan reformasi Polri semakin tajam seiring dengan tragedi tewasnya pengemudi ojek online (ojol), Affan Kurniawan (21) yang dilindas kendaraan taktis Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025) lalu.

Terbaru, Gerakan Nurani Bangsa (GNB) juga mengusulkan pembentukan komisi reformasi Polri kepada Presiden RI Prabowo Subianto.

GNB adalah kelompok yang terdiri dari tokoh-tokoh lintas agama dan bangsa seperti Pendeta Gomar Gultom (mantan Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia/PGI), Lukman Hakim Saifuddin (mantan Menteri Agama RI), dan Nasaruddin Umar (Menteri Agama RI saat ini).

Prabowo, disebutkan oleh Pendeta Gomar Gultom, akan membentuk komisi reformasi Polri

Rekomendasi Untuk Anda

"Tadi juga disampaikan oleh Gerakan Nurani Bangsa perlunya evaluasi dan reformasi kepolisian, yang disambut juga oleh Pak Presiden, (yang) akan segera membentuk tim atau komisi reformasi kepolisian."

"Saya kira ini juga atas tuntutan dari masyarakat yang cukup banyak," kata Pendeta Gomar Gultom seusai pertemuan dengan Prabowo di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Kamis (11/9/2025) malam, dilansir Kompas.com.

Butuh Sosok Integritas Tinggi dan Tahu Betul Kelemahan di Tubuh Polri

Terkait desakan reformasi Polri dari masyarakat, Aryanto Sutadi menyebut, dibutuhkan sosok-sosok aparat kepolisian yang berintegritas tinggi dan tahu betul apa kelemahan di tubuh Polri.

Aryanto juga mengakui bahwa kepolisian selalu menuai sorotan dan kritik tajam lantaran dinilai telah mengecewakan masyarakat.

Sehingga, reformasi Polri benar-benar dibutuhkan.

"Selama ini kan kita sudah mendengar-lah polisi dikritik terus gitu, terus perilakunya begitu mengecewakan masyarakat dan sebagainya," kata Aryanto, dikutip dari tayangan yang diunggah di kanal YouTube KompasTV, Senin (15/9/2025).

"Sudah dikasih contoh-contoh yang fatal bagaimana kalau polisi itu dirusak oleh para petinggi yang kurang bagus," tambahnya.

"Maka, kalau saya ditanya siapa yang paling cocok mengubah polisi supaya bisa jadi bagus, dibutuhkan seorang sosok yang, satu berintegritas tinggi dan masih mendambakan polisi itu baik. Dan yang kedua, yang tahu penyakitnya polisi dan bagaimana cara menyembuhkannya, tahu apa kelemahan-kelemahan polisi dan bagaimana cara mengatasinya," jelasnya.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas