Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Alasan Program Makan Bergizi Gratis Diperluas untuk Guru hingga Kader Posyandu

Tidak hanya anak sekolah, balita, ibu hamil dan menyusui, program Makan Bergizi Gratis juga akan menyasar guru, tenaga pendidik hingga kader posyandu.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Erik S
zoom-in Alasan Program Makan Bergizi Gratis Diperluas untuk Guru hingga Kader Posyandu
/SURYA/PURWANTO
DIPERLUAS -Tidak hanya anak sekolah, balita, ibu hamil dan menyusui, program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga akan menyasar guru, tenaga pendidik hingga kader posyandu. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Tidak hanya anak sekolah, balita, ibu hamil dan menyusui, program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga akan menyasar guru, tenaga pendidik hingga kader posyandu.

Perluasan penerima manfaat MBG ini sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Diketahui, program penyediaan makanan bergizi sesuai standar Angka Kecukupan Gizi (AKG) harian ini pertama kali diluncurkan pada Januari 2025 dengan tujuan meningkatkan status gizi penerima manfaat sekaligus sosialisasi dan edukasi gizi untuk masyarakat. 

Baca juga: Wapres Gibran Sidak Program Makan Bergizi Gratis di Batam, Bujuk Siswa yang Tak Suka Buah

“Iya, nantinya penerima manfaat akan diperluas dan menyasar guru serta tenaga pendidik sesuai dengan arahan Presiden,” ujar Juru Bicara BGN, Redy Hendra di Jakarta, Selasa (16/9/2025).

Meski begitu, ia menegaskan perihal waktu kapan guru mendapatkan MBG ini belum bisa dipastikan, karena masih menunggu keputusan Presiden.

“Faktor guru dan tenaga pendidik menjadi penerima manfaat adalah faktor pertimbangan sosial,” ujar dia.

Rekomendasi Untuk Anda

Selain guru dan tenaga pendidik, kader posyandu juga nantinya akan menjadi penerima manfaat MBG.

Namun, program untuk kader posyandu berbeda dengan guru.

Nantinya para kader posyandu akan menjadi penerima manfaat MBG berupa biaya operasional sebagai bentuk penghargaan atas kontribusinya.

"Kalau kader posyandu karena membantu pendistribusian MBG ke bumil, busui, dan balita, kader posyandu mendapatkan biaya operasional," jelas Redy.

Lebih lanjut, perluasan penerima manfaat MBG bagi guru dan relawan posyandu ini seiring dengan peningkatan anggaran BGN pada tahun 2026 yang mencapai Rp268 triliun, angka ini tiga kali lebih besar dari sebelumnya, yakni Rp71 triliun.

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas