Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pengelolaan Limbah 30 Ribu Dapur MBG Potensi Hasilkan Limpahan Bioavtur dan Kompos  

Limbah 30.000 dapur MBG berpotensi jadi bioavtur dan kompos, dorong ekonomi sirkular, kurangi sampah, dan ciptakan lapangan kerja baru

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Pengelolaan Limbah 30 Ribu Dapur MBG Potensi Hasilkan Limpahan Bioavtur dan Kompos  
HO/IST
LIMBAH MBG - Ketua Umum DPP APPMBGI, Abdul Rivai Ras, saat dijumpai sejumlah wartawan. Ketua Umum APPMBGI, Laksamana Muda TNI (purn) Abdul Rivai Ras, mengungkap bahwa limbah - limbah dari MBG bisa dikelola menjadi komoditas bernilai ekonomi tinggi, yakni bioavtur dan kompos 
Ringkasan Berita:
  • APPMBGI melihat potensi besar pengelolaan limbah dari 30.000 dapur MBG menjadi bioavtur dan kompos bernilai ekonomi 
  • Limbah minyak jelantah dapat diolah menjadi bahan bakar ramah lingkungan, sementara sampah organik jadi pupuk dan pakan maggot 
  • Inisiatif ini mendorong ekonomi sirkular, membuka lapangan kerja, serta menjaga lingkungan

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) mengidentifikasi potensi besar pengelolaan limbah dari sekitar 30.000 dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi. 

Ketua Umum APPMBGI, Laksamana Muda TNI (purn) Abdul Rivai Ras, mengungkap bahwa limbah - limbah dari MBG bisa dikelola menjadi komoditas bernilai ekonomi tinggi, yakni bioavtur dan kompos. 

Ia menuturkan, pengelolaan limbah dapur secara bertanggung jawab menjadi kunci agar program MBG tetap ramah lingkungan.

“Program MBG adalah investasi besar bagi generasi emas Indonesia. Oleh karena itu, kami berkomitmen menjadikan setiap dapur MBG sebagai model zero waste yang menghasilkan nilai tambah, bukan beban bagi lingkungan dan anggaran negara,” kata Abdul dalam keterangannya, Sabtu (2/5/2026).

Ia memberi contoh, pengelolaan jutaan liter minyak jelantah dari puluhan ribu dapur setiap bulannya, dapat menghasilkan Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bioavtur, bahan bakar pesawat ramah lingkungan. 

Pengelolaan limbah minyak ini diharapkan bisa mendukung target produksi bioavtur nasional sekaligus menekan emisi karbon di sektor penerbangan.

Baca juga: Tinjau SMAN 1 Cilacap, Prabowo: Anak-Anak Bicara ke Saya, Perlu MBG

Rekomendasi Untuk Anda

Selain limbah minyak, pengelolaan sampah organik dari dapur MBG dapat diolah menjadi pupuk kompos dan pakan maggot. 

Pengelolaan ini juga mampu mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). 

Pengelolaan limbah dapur ini juga bisa menciptakan ekosistem ekonomi sirkular yang mampu membuka lapangan kerja baru di tingkat lokal, mulai dari proses pengumpulan hingga distribusi produk olahan. 

Inisiatif ini juga diproyeksikan dapat memberdayakan UMKM di sekitar lokasi dapur MBG dan mengurangi beban anggaran negara dalam menangani masalah sampah.

Untuk memastikan standar keamanan dan kualitas hasil pengolahan, APPMBGI bekerja sama dengan kementerian terkait dan Pertamina.

“Kami ingin membangun model tata kelola yang mendukung sekaligus ketahanan pangan dan ketahanan energi nasional. Dari dapur sekolah hingga langit Indonesia, limbah hari ini bisa menjadi energi dan kesuburan tanah esok hari,” tegas Abdul.

 

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas