Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

500.000 Lansia Sebatang Kara Akan Terima MBG, Prabowo: Kaum Miskin Harus Diurus Negara

Presiden Prabowo Subianto mengumumkan perluasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi lansia yang hidup sendiri dan membutuhkan bantuan pangan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in 500.000 Lansia Sebatang Kara Akan Terima MBG, Prabowo: Kaum Miskin Harus Diurus Negara
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
RAPAT PARIPURNA DPR - Presiden Prabowo Subianto meminum kopi disela-sela menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026). Presiden Prabowo Subianto mengumumkan perluasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi lansia yang hidup sendiri dan membutuhkan bantuan pangan. 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah menargetkan hingga 500 ribu lansia dan penyandang disabilitas menerima program MBG.
  • Prabowo mengungkap MBG telah menyalurkan 8,3 miliar porsi hingga 19 Mei 2026.
  • Pemerintah menutup lebih dari 3.000 SPPG dan meminta seluruh dapur MBG diawasi ketat.

 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Prabowo Subianto menyatakan Pemerintah Indonesia akan memperluas program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk lansia yang hidup sendiri, sebatang kara, dan membutuhkan asupan makanan bergizi.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR RI di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (20/6/2026).

Prabowo menegaskan bahwa program tersebut merupakan amanat konstitusi untuk memastikan rakyat miskin mendapat perlindungan negara.

"Karena apa itu perintah UUD pasal 33 dan pasal 34, bahwa kaum miskin harus diurus oleh negara," ujarnya, mengutip tayangan YouTube TV Parlemen.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengakui pelaksanaan program MBG masih memiliki berbagai kekurangan yang harus segera dibenahi.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kita mengakui dalam pengelolaan MBG masih banyak kekurangan," kata Prabowo.

Ia mengungkapkan pemerintah telah menutup lebih dari 3.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dinilai bermasalah.

"Kita sudah tutup lebih dari 3.000 SPPG," ujarnya.

Baca juga: Prabowo Sindir Aparat Berseragam Hijau & Cokelat yang Jadi Beking Pejabat Korup

Prabowo meminta seluruh pejabat hingga kepala daerah turut mengawasi pelaksanaan program MBG di lapangan.

"Saya sudah minta para pejabat, saya juga sudah minta anggota DPR, Bupati di mana-mana, silahkan periksa semua dapur," ucapnya.

"Kalau ada yang tidak sesuai laporkan segera, akan segera kita tindak. Kita tidak akan mengizinkan masalah yang begini penting untuk diurus secara tidak benar," sambung Prabowo.

Dalam pemaparannya, Prabowo juga menampilkan capaian program MBG hingga 19 Mei 2026.

Berikut datanya:

  • Pemerintah mencatat jumlah SPPG telah mencapai 28.913 unit dengan jumlah mitra Badan Gizi Nasional (BGN) sebanyak 28.390.
  • Program MBG disebut telah menghasilkan 62.454.064 sajian per hari dengan total distribusi mencapai 8,3 miliar porsi sejak 6 Januari 2025.
  • Selain itu, sebanyak 374.175 sekolah telah menerima manfaat program MBG dengan total tenaga kerja mencapai 1.278.262 orang.
  • Pemerintah juga mencatat terdapat 140.289 supplier yang terlibat dalam program tersebut, terdiri dari 58.935 UMKM, 13.144 koperasi, 678 KDMP, 1.381 Bumdes, 156 Bumdesma, dan 65.995 supplier lainnya.

Prabowo turut menyoroti dampak ekonomi MBG di desa-desa.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas