500.000 Lansia Sebatang Kara Akan Terima MBG, Prabowo: Kaum Miskin Harus Diurus Negara
Presiden Prabowo Subianto mengumumkan perluasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi lansia yang hidup sendiri dan membutuhkan bantuan pangan
Penulis:
garudea prabawati
Editor:
Endra Kurniawan
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Prabowo Subianto menyatakan Pemerintah Indonesia akan memperluas program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk lansia yang hidup sendiri, sebatang kara, dan membutuhkan asupan makanan bergizi.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR RI di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (20/6/2026).
Prabowo menegaskan bahwa program tersebut merupakan amanat konstitusi untuk memastikan rakyat miskin mendapat perlindungan negara.
"Karena apa itu perintah UUD pasal 33 dan pasal 34, bahwa kaum miskin harus diurus oleh negara," ujarnya, mengutip tayangan YouTube TV Parlemen.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengakui pelaksanaan program MBG masih memiliki berbagai kekurangan yang harus segera dibenahi.
"Kita mengakui dalam pengelolaan MBG masih banyak kekurangan," kata Prabowo.
Ia mengungkapkan pemerintah telah menutup lebih dari 3.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dinilai bermasalah.
"Kita sudah tutup lebih dari 3.000 SPPG," ujarnya.
Baca juga: Prabowo Sindir Aparat Berseragam Hijau & Cokelat yang Jadi Beking Pejabat Korup
Prabowo meminta seluruh pejabat hingga kepala daerah turut mengawasi pelaksanaan program MBG di lapangan.
"Saya sudah minta para pejabat, saya juga sudah minta anggota DPR, Bupati di mana-mana, silahkan periksa semua dapur," ucapnya.
"Kalau ada yang tidak sesuai laporkan segera, akan segera kita tindak. Kita tidak akan mengizinkan masalah yang begini penting untuk diurus secara tidak benar," sambung Prabowo.
Dalam pemaparannya, Prabowo juga menampilkan capaian program MBG hingga 19 Mei 2026.
Berikut datanya:
- Pemerintah mencatat jumlah SPPG telah mencapai 28.913 unit dengan jumlah mitra Badan Gizi Nasional (BGN) sebanyak 28.390.
- Program MBG disebut telah menghasilkan 62.454.064 sajian per hari dengan total distribusi mencapai 8,3 miliar porsi sejak 6 Januari 2025.
- Selain itu, sebanyak 374.175 sekolah telah menerima manfaat program MBG dengan total tenaga kerja mencapai 1.278.262 orang.
- Pemerintah juga mencatat terdapat 140.289 supplier yang terlibat dalam program tersebut, terdiri dari 58.935 UMKM, 13.144 koperasi, 678 KDMP, 1.381 Bumdes, 156 Bumdesma, dan 65.995 supplier lainnya.
Prabowo turut menyoroti dampak ekonomi MBG di desa-desa.