Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Program Magang Fresh Graduate Hadapi Tantangan Mutu hingga Keberlanjutan

Angka “8+4+5” merujuk pada struktur program: delapan program akselerasi yang satu di antaranya difokuskan pada pemulihan jangka pendek seperti magang

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Erik S
zoom-in Program Magang Fresh Graduate Hadapi Tantangan Mutu hingga Keberlanjutan
Handout/IST
PROGRAM MAGANG- Anggota DPD RI asal DKI Jakarta, Fahira Idris, menilai Program Magang Fresh Graduate yang menjadi bagian dari Paket Stimulus Ekonomi 8+4+5 merupakan langkah penting dalam menjawab persoalan pengangguran muda.  

Ia menambahkan perlunya mengembangkan skema hybrid seperti magang jarak jauh agar akses lebih merata, termasuk bagi penyandang disabilitas maupun lulusan dari daerah terpencil.

Terakhir, ia menekankan pentingnya tracer study nasional untuk melacak keberlanjutan karier peserta pasca magang, sehingga pemerintah dapat menilai efektivitas program dan melakukan penyesuaian kebijakan yang adaptif.

“Kita semua berharap program Magang Fresh Graduate tidak hanya menjadi stimulus jangka pendek, tetapi juga berkembang menjadi instrumen reformasi pasar tenaga kerja dan pendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Karena itu, desain dan implementasinya harus dijaga dengan serius,” kata Fahira Idris.

Sosok Fahira Idris?

Fahira Idris adalah seorang senator independen dari DKI Jakarta yang telah menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) sejak 2014.

Putri dari politisi senior Fahmi Idris dan cucu dari mantan Ketua MUI KH. Hasan Basri, Fahira memiliki latar belakang pendidikan di bidang ekonomi dan hukum dari Universitas Indonesia dan Universitas Padjadjaran.

Baca juga: Tingkat Pengangguran Turun, Upah Minimum Jadi Isu Panas Jelang Aksi Buruh 28 Agustus

Ia dikenal sebagai aktivis sosial, pengusaha, dan tokoh perempuan yang vokal dalam isu-isu publik seperti pendidikan, kesehatan, literasi, masyarakat adat, dan kebencanaan. 

Rekomendasi Untuk Anda

Ia juga aktif memimpin organisasi masyarakat seperti Bang Japar dan GeNAM, serta sering turun langsung ke lapangan dalam kegiatan sosial seperti bantuan pendidikan, donor darah, bantuan banjir, dan advokasi kesehatan di Kepulauan Seribu.
 

 

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas