Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Studi: Literasi Kesehatan Indonesia Masih Rendah

TBIG Targetkan 500 Kegiatan CSR Kesehatan hingga 2025, Jawab Tantangan Rendahnya Literasi Kesehatan

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Studi: Literasi Kesehatan Indonesia Masih Rendah
(ISTIMEWA)
TINGKATKAN LITERASI KESEHATAN - TBIG Targetkan 500 Kegiatan CSR Kesehatan hingga 2025, Jawab Tantangan Rendahnya Literasi Kesehatan. (ISTIMEWA) 

TRIBUNNEWS.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam World Health Promotion Glossary menekankan pentingnya keterampilan kognitif dan sosial dalam membentuk motivasi serta kemampuan seseorang untuk mengakses, memahami, dan memanfaatkan informasi kesehatan secara tepat.

Tingkat literasi kesehatan masyarakat pun dipandang berperan besar dalam peningkatan kualitas kesehatan di suatu daerah.

Namun, sejumlah penelitian menunjukkan kondisi literasi kesehatan di Indonesia masih memprihatinkan.

Sebuah studi berjudul Health literacy and associated factors among patients with chronic diseases in Indonesia yang terbit pada Maret 2025 di Journal of Public Health (Jerman), mengungkap bahwa 33 persen pasien masuk kategori problematik.

Sementara 16,2 persen tidak memadai.

Artinya, hampir separuh responden memiliki literasi kesehatan rendah.

Bahkan, penelitian lain di puskesmas menemukan 60 persen hingga 80 persen responden berada dalam kategori literasi kesehatan rendah hingga sangat rendah.

Rekomendasi Untuk Anda

Menanggapi hal tersebut, PT Tower Bersama Group (TBIG) meluncurkan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang berfokus pada edukasi kesehatan dan peningkatan gizi di wilayah 3T.

TBIG melaksanakan edukasi 3P (Pola Hidup Sehat, Pola Konsumsi Sehat, dan Pola Sanitasi Sehat) di Kalimantan yang menjangkau 4.204 warga, pada 8 hingga 25 Agustus 2025.

Selain itu, bantuan makanan bergizi juga diberikan kepada 2.400 warga di enam desa yang tersebar di Kalimantan Selatan, Barat, Utara, Timur, dan Tengah.

Eva, warga Desa Tumbang Tukun, Kapuas Tengah, mengaku terbantu dengan program ini.

Baca juga: Perangi Stunting Butuh Kolaborasi: Pemerintah, Swasta, hingga Masyarakat Turun Tangan

“Kami mendapat banyak pengalaman baru tentang menjaga kesehatan mulut, gigi, dan cara mencuci tangan yang benar. Semoga kegiatan ini bisa terus berlanjut,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari Bakti Sosial Bersama Untuk Indonesia dalam rangka memperingati HUT ke-80 RI.

Menurut Lie Si An, Chief of Business Support Officer TBIG, CSR perusahaan difokuskan pada peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pemahaman pola konsumsi sehat, sanitasi, dan pola hidup sehat.

Hingga akhir 2025, TBIG menargetkan lebih dari 500 kegiatan serupa di berbagai daerah di Indonesia.

Presiden Direktur TBIG, Herman Setya Budi, menegaskan bahwa literasi kesehatan merupakan kunci agar masyarakat mampu menjaga kesehatan secara mandiri.

“Hampir separuh masyarakat Indonesia masih memiliki literasi kesehatan rendah. Fakta ini menjadi alarm bagi semua pihak, termasuk dunia usaha, untuk ikut turun tangan. Melalui program edukasi kesehatan dan bantuan gizi, TBIG ingin hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat yang sehat dan berdaya,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa seluruh program CSR TBIG dijalankan berdasarkan prinsip ESG, SDGs, serta panduan ISO 26000 agar manfaatnya tidak hanya sesaat, melainkan berkelanjutan, inklusif, dan sesuai kebutuhan masyarakat.

(*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas