Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Median Rilis Hasil Survei Terbaru Persepsi Publik terhadap Demo Agustus-September 2025

Menurut dia jika melihat jawaban responden bisa disimpulkan ada 2 penyebab utama maraknya aksi unjuk rasa

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Hasanudin Aco
zoom-in Median Rilis Hasil Survei Terbaru Persepsi Publik terhadap Demo Agustus-September 2025
Tribunnews.com/ Danang Triatmojo
AKSI DEMONSTRASI - Massa demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI Senayan, Jakarta, Jumat (29/8/2025) sore sekira pukul 5.30 WIB mengibarkan bendera anime One Piece dari atas pagar Kompleks Parlemen. 

Menurut dia jika melihat jawaban responden bisa disimpulkan ada 2 penyebab utama maraknya aksi unjuk rasa, yaitu:

Kebijakan dan  prilaku anggota DPR yang tidak simpatik dan kesulitan ekonomi.

Dimana ada 50,9% responden menyatakan bahwa sudah saatnya protes aksi
unjuk rasa diakhiri.

Namun data juga menunjukkan bahwa dukungan untuk melanjutkan demonstrasi masih sangat signifikan, dengan 40,6% responden yang setuju aksi tersebut dilanjutkan.

Hal ini mencerminkan adanya perbedaan pendapat yang cukup kuat di tengah masyarakat.

 Kelompok usia termuda, yaitu 17-20 tahun, menunjukkan dukungan paling signifikan agar aksi demonstrasi dilanjutkan, dengan persentase sebesar 33,3%.

Sebaliknya, kelompok usia tertua (60+tahun) menunjukkan keinginan terbesar agar aksi demonstrasi dihentikan, dengan 55,6% responden dari kelompok ini memilih opsi
tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

Secara umum, terlihat tren bahwa dukungan untuk menghentikan demonstrasi cenderung meningkat seiring dengan bertambahnya usia responden.

Baca juga: Tim Independen LNHAM akan Gali Keterangan Polisi Hingga Keluarga Korban Terkait Demo Agustus

Faktor pendorong kerusuhan

Dari survei terlihat persepsi publik menunjukkan adanya banyak faktor yang mendorong terjadinya kerusuhan pada aksi demonstrasi.

Meski pendapat bahwa bahwa kehadiran provokator (31,9%) cukup dominan,
namun banyaknya variasi jawaban menunjukkan kehadiran faktor-faktor lain.

Diantara faktor lain yang menyulut kerusuhan ialah prilaku tidak simpatik yang ditunjukkan oleh beberapa anggota dewan, mampetnya aspirasi publik, serta situasi ekonomi yang dianggap tidak baik

Melihat data ini, secara umum publik cukup terbelah, 51,0% publik menyatakan ketidakpuasan mereka (terdiri dari 36,2% "Tidak Puas" dan 14,8% "Sangat Tidak Puas").

 Namun ada jumlah signifikan juga Sebanyak 44,3% responden merasa puas dengan penanganan pemerintah (terdiri dari 32,8% "Puas" dan 11,5% "Sangat Puas".

Berdasarkan data "Alasan Puas," kepuasan publik terhadap penanganan demonstrasi oleh pemerintah berakar pada persepsi tindakan konkret dan efektif.

Sesuai Minatmu
Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas