Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Ramai Berita Keracunan Program MBG, Pemerintah Perkuat Pengawasan dan Evaluasi

Pengawasan dan evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) diperkuat untuk mencegah marak terjadinya keracuanan di berbagai daerah

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Ramai Berita Keracunan Program MBG, Pemerintah Perkuat Pengawasan dan Evaluasi
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
MAKAN BERGIZI - Sejumlah pelajar menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) saat launching program MBG di Perguruan Muhammadiyah Antapani, Jalan Kadipaten Raya, Antapani, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (25/8/2025). Muhammadiyah Kota Bandung meluncurkan Program MBG di Perguruan Muhammadiyah Antapani dengan target awal 1.700 siswa dari 15 sekolah Muhammadiyah (TK, SD, SMP, dan SMA). Program ini akan terus berkembang hingga 3.500 penerima manfaat, termasuk ibu hamil dan menyusui, sebagai bagian dari kontribusi untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

Istana melalui Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari merinci kasus dan korban keracunan program MBG.

Ada data dari tiga lembaga sebagai berikut Badan Gizi Nasional (BGN), 46 kasus keracunan, dengan jumlah penderita 5.080, ini data per 17 September.

Kedua dari Kemenkes, 60 kasus dengan 5.207 penderita, data per 16 September.

Kemudian BPOM, 55 kasus dengan 5.320 penderita, data per 10 September 2025.

“Dari data dari tiga lembaga tersebut, kasus keracunan menimpa 5 ribu an penerima manfaat,” kata Qodari di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (22/9/2025).

Menurut Qodari hasil kajian BPOM,  puncak kejadian keracunan terjadi pada Agustus 2025, dengan sebaran terbanyak di Jawa Barat.

Adapun penyebab utama keracunan tersebut di antaranya adalah higienitas makanan, suhu dan ketidaksesuaian pengolahan pangan, kontaminasi silang, serta indikasi alergi pada penerima manfaat.

Rekomendasi Untuk Anda

Laporan Kasus Keracunan MBG di Daerah

Baca juga: Siswa SMK di Sukabumi Diduga Alami Keracunan MBG, Rasakan Gatal, Muntah Lemas Usai Santap Spageti

Berdasarkan data dari Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), hingga 24 September 2025 tercatat sebanyak 6.452 kasus keracunan makanan terkait program MBG.

Di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, status Kejadian Luar Biasa (KLB) ditetapkan setelah 631 siswa mengalami gejala keracunan di Kecamatan Cipongkor.

Kepala Puskesmas Cipongkor, Yuyun Sarihotimah, menyebutkan jumlah korban terus bertambah.

“Sampai saat ini mungkin sudah sekitar 220 yang datang. Jumlahnya terus bertambah,” ujarnya.

Kasus serupa juga terjadi di Kecamatan Cihampelas, Bandung Barat, dengan 65 siswa dari SMKN 1 Cihampelas mengalami gejala seperti muntah, pusing, dan kejang-kejang.

Di Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, sebanyak 230 siswa dilaporkan mengalami keracunan setelah menyantap makanan MBG.

Sementara itu, di Garut, Jawa Barat, tercatat 150 siswa dari tiga sekolah mengalami gejala serupa.

BPOM mencatat bahwa sejak peluncuran program MBG pada 6 Januari 2025, telah terjadi 17 kasus keracunan di 10 provinsi.

(Tribunnews.com/ Chrysnha, Igman Ibrahim)

Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas