Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Alergi Disebut Salah Satu Sebab Kasus MBG, IDAI Jelaskan Perbedaannya dengan Keracunan

Masih banyak yang mengira jika alergi serupa dengan keracunan. Padahal, dua kondisi ini berbeda jauh dari sisi penyebab hingga dampaknya. 

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
zoom-in Alergi Disebut Salah Satu Sebab Kasus MBG, IDAI Jelaskan Perbedaannya dengan Keracunan
Tribun Jabar/ M Rizal Jalaludin
KERACUNAN MBG - Pelajar SMK Doa Bangsa saat dirawat di IGD RSUD Palabuhanratu, mereka diduga keracunan MBG. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Alergi, disebut menjadi salah satu penyebab munculnya korban jatuh sakit usai menyantap makan bergizi gratis (MBG).

Terkait hal ini, memang masih banyak yang mengira jika alergi serupa dengan keracunan. 

Padahal, dua kondisi ini berbeda jauh dari sisi penyebab hingga dampaknya. 

Menyamaratakan keduanya bisa membuat penanganan menjadi salah arah.

Isu ini semakin penting setelah kasus keracunan makanan massal yang menimpa hampir 6.000 anak usai mengonsumsi makanan bergizi gratis. 

Baca juga: Kasus Keracunan MBG di Berbagai Daerah, Komnas PA: Pelanggaran Hak Kesehatan Anak

Ketua Unit Kerja Koordinasi Emergensi dan Terapi Intensif Anak (UKK ETIA) Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr Yogi Prawira, SpA, Subs ETIA(K), menegaskan perbedaan mendasar antara keduanya.

“Kalau keracunan itu sesudah mengkonsumsi makanan-minuman yang terkontaminasi. Sementara alergi itu adalah reaksi sistem imun tubuh terhadap protein tertentu dalam makanan yang oleh tubuh individu tersebut dianggap berbahaya,” ungkapnya pada media briefing virtual, Kamis (25/9/2025). 

Keracunan: Bisa Menyerang Massal

Rekomendasi Untuk Anda

Keracunan makanan terjadi akibat kontaminasi bakteri, virus, parasit, atau bahan kimia. 

Gejalanya muncul beberapa jam hingga dua hari setelah konsumsi. 

Karena satu sumber makanan bisa mencemari banyak orang sekaligus, keracunan cenderung menimbulkan kasus massal.

Gejalanya dimulai dengan gangguan pencernaan seperti mual, muntah, sakit perut, dan diare. 

Pada kasus berat bisa disertai demam, pandangan kabur, hingga kelemahan otot.

Alergi: Reaksi Individual

Alergi makanan bersifat sangat individual. Seseorang yang alergi bisa bereaksi keras terhadap makanan tertentu.

Sementara orang lain yang mengonsumsi makanan sama tetap sehat. 

Reaksi muncul lebih cepat dibanding keracunan, mulai dari menit hingga beberapa jam setelah konsumsi.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas