Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Ciri-ciri dan Pertolongan Pertama saat Keracunan Makanan, Simak Cara Mudah Menghindarinya

Dalam artikel ini, Tribunnews.com merangkum ciri-ciri dan pertolongan pertama jika terjadi keracunan makanan, usai ramai keracunan MBG.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Nuryanti
Editor: Sri Juliati
zoom-in Ciri-ciri dan Pertolongan Pertama saat Keracunan Makanan, Simak Cara Mudah Menghindarinya
TribunJabar.id/Rahmat Kurniawan
KERACUNAN MBG - Korban keracunan menu MBG dirawat di posko kesehatan khusus di Cipongkor, Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (22/9/2025). Dalam artikel ini, Tribunnews.com merangkum ciri-ciri dan pertolongan pertama jika terjadi keracunan makanan, usai ramai keracunan MBG. 

Hanya persiapannya saja lebih higienis.

Sedangkan untuk memasak ikan perhatikan tingkat kesegarannya.

Semakin lama ikan terpapar udara atau mati, maka semakin lama memasaknya.

6. Panaskan sebelum dihidangkan

Jika ada makanan tersisa dan berencana untuk menyantapnya kembali, maka Anda harus memanaskannya terlebih dahulu.

Makanan yang tidak dipanaskan, berisiko timbul patogen yang menyebabkan keracunan makanan.

Namun, tidak semua makanan bisa dipanaskan ulang.

Perbedaan Alergi dan Keracunan

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara itu, alergi disebut menjadi satu di antara penyebab munculnya korban jatuh sakit setelah menyantap makan bergizi gratis (MBG).

Ketua Unit Kerja Koordinasi Emergensi dan Terapi Intensif Anak (UKK ETIA) Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr Yogi Prawira, SpA, Subs ETIA(K), menjelaskan perbedaan mendasar antara alergi dan keracunan.

“Kalau keracunan itu sesudah mengonsumsi makanan-minuman yang terkontaminasi."

"Sementara alergi itu adalah reaksi sistem imun tubuh terhadap protein tertentu dalam makanan yang oleh tubuh individu tersebut dianggap berbahaya,” ujarnya pada media briefing virtual, Kamis (25/9/2025).

Baca juga: Pimpinan DPR: Kita Tidak Ingin Program MBG Rusak Hanya Karena Pengawasannya Lemah

KERACUNAN MBG - Puluhan pelajar di Kecamatan Ujungjya, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat keracunan seusai menyantap makanan bergizi gratis (MBG), Kamis (25/9/2025).
KERACUNAN MBG - Puluhan pelajar di Kecamatan Ujungjya, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat keracunan seusai menyantap makanan bergizi gratis (MBG), Kamis (25/9/2025). (Istimewa/ Kabag Humas Pemkab Sumedang, Wudan Lukmanul Hakim)

Adapun keracunan makanan terjadi akibat kontaminasi bakteri, virus, parasit, atau bahan kimia.

Gejalanya muncul beberapa jam hingga dua hari setelah konsumsi. 

Karena satu sumber makanan bisa mencemari banyak orang sekaligus, keracunan cenderung menimbulkan kasus massal.

Gejalanya dimulai dengan gangguan pencernaan seperti mual, muntah, sakit perut, dan diare. 

Pada kasus berat bisa disertai demam, pandangan kabur, hingga kelemahan otot.

Di sisi lain, alergi makanan bersifat sangat individual.

Seseorang yang alergi bisa bereaksi keras terhadap makanan tertentu.

Sementara orang lain yang mengonsumsi makanan sama tetap sehat. 

Reaksi muncul lebih cepat dibanding keracunan, mulai dari menit hingga beberapa jam setelah konsumsi.

Gejala alergi biasanya lokal, seperti gatal-gatal, bengkak di wajah atau bibir, biduran, hingga sesak napas bila pembengkakan terjadi di saluran pernapasan. 

Kondisi ini dapat berakibat fatal jika tidak segera ditangani.

(Tribunnews.com/Nuryanti/Rina Ayu Panca Rini/Aisyah Nursyamsi)

Berita lain terkait Program Makan Bergizi Gratis

Halaman 4/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas