Prabowo Mengaku Lupa Diri Saat Pidato di PBB, Sampai Pukul-Pukul Meja
Prabowo gebrak meja di PBB saat bicara penjajahan dan Palestina. Disindir Trump, pidatonya penuh emosi dan janji perdamaian. Kenapa?
Penulis:
Taufik Ismail
Editor:
Acos Abdul Qodir
Prabowo kemudian menegaskan dukungan penuh terhadap solusi dua negara dalam konflik Palestina-Israel. Ia menyerukan rekonsiliasi antar keturunan Nabi Ibrahim dan hidup berdampingan sebagai satu keluarga manusia lintas agama.
“Kita harus memiliki Palestina yang merdeka. Namun kita juga harus menjamin keselamatan dan keamanan Israel.”
Indonesia, kata Prabowo, siap mengirim hingga 20.000 pasukan perdamaian ke Gaza, Ukraina, Sudan, dan Libya jika diminta oleh Majelis Umum PBB.
“Jika Majelis Agung ini memutuskan, Indonesia siap mengerahkan 20.000 atau lebih putra-putri kami.”
Baca juga: Prabowo Siap Kirim 20 Ribu Pasukan ke Gaza, Usman Hamid: Lebih Masuk Akal daripada Urus MBG
Ia juga menyoroti ketahanan pangan nasional, menyebut cadangan beras Indonesia telah mencapai 4 juta ton dan siap diekspor ke negara terdampak konflik. Di bidang iklim, Prabowo menyatakan komitmen Indonesia menjadi negara hijau melalui reboisasi 12 juta hektare dan transisi ke energi terbarukan.
Pidato Prabowo mendapat tepuk tangan delapan kali dan standing ovation di akhir sesi. Ia menjadi kepala negara ketiga yang berpidato setelah Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Baca tanpa iklan