Abu Bakar Ba’asyir Nasihati Presiden Prabowo Lewat Surat
Pendiri Pesantren Al Mukmin, Abu Bakar Ba’asyir nasihati Presiden Prabowo lewat surat, minta supaya negara ini diatur dengan hukum Islam.
Editor:
Theresia Felisiani
“Sangat kaget saya kedatangan beliau. Intinya beliau menasihati saya untuk mengabdi pada Islam,” jelas Jokowi kepada awak media.
Pendiri Ponpes Al Mukmin Ngruki Abu Bakar Ba'asyir mendatangi Joko Widodo (Jokowi) di kediaman Sumber, Banjarsari, Solo, pada Senin (29/9/2025).
Sosok Abu Bakar Ba’asyir
Nama Abu Bakar Ba’asyir sudah tidak asing lagi dalam peta sejarah pergerakan Islam di Indonesia.
Sosok ulama kelahiran Jombang, 17 Agustus 1938 ini dikenal luas sebagai pendakwah sekaligus tokoh yang kerap dikaitkan dengan jaringan Islam garis keras di Asia Tenggara.
Pada 1972, bersama rekannya Abdullah Sungkar, Ba’asyir mendirikan Pesantren Al-Mukmin di Ngruki, Solo.
Pesantren ini kemudian dikenal sebagai Pesantren Ngruki.
Dalam pandangan ideologisnya, Ba’asyir sering menyerukan penerapan syariat Islam secara menyeluruh di Indonesia dan bersikap kritis terhadap kebijakan pemerintah, terutama yang berkaitan dengan Barat dan Israel.
Ia bahkan menolak pembebasan bersyarat ketika diminta bersumpah setia pada Pancasila dan NKRI.
Ba’asyir menginginkan agar seluruh aspek kehidupan, termasuk pemerintahan, ekonomi, hukum pidana, dan sosial, diatur berdasarkan syariat Islam, bukan sistem hukum buatan manusia seperti demokrasi atau hukum positif yang berlaku di Indonesia.
Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Selain Temui Jokowi di Solo, Ba’asyir Surati Presiden Prabowo : Tegakkan Hukum Islam di Indonesia,
Baca tanpa iklan