Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

AKP Berlin, Polisi di Perbatasan yang Perjuangkan Literasi Anak Eks PMI di Perbatasan Nunukan

Lewat rumah belajar dan perpustakaan keliling, AKP Berlin bantu anak-anak eks PMI di Nunukan kembali meraih pendidikan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Content Writer
zoom-in AKP Berlin, Polisi di Perbatasan yang Perjuangkan Literasi Anak Eks PMI di Perbatasan Nunukan
dok. tribratanews.polri.go.id
PEDULI PENDIDIKAN - AKP I Eka Berlin berdialog dengan anak-anak di rumah belajar Nunukan, Kalimantan Utara, sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi anak eks PMI. 

TRIBUNNEWS.COM - Di perbatasan Indonesia-Malaysia, kiprah seorang polisi bernama AKP I Eka Berlin menjadi inspirasi bagi banyak orang. Kasat Samapta Polres Nunukan, Polda Kalimantan Utara (Kaltara) ini dikenal warga bukan hanya karena tugasnya menjaga keamanan, tetapi juga atas dedikasinya dalam dunia pendidikan. 

Sejak 2015, AKP Berlin konsisten dalam memperjuangkan akses pendidikan bagi anak-anak eks Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang dideportasi dari Malaysia. Banyak dari mereka yang kesulitan melanjutkan sekolah karena tidak memiliki dokumen kependudukan atau terpaksa bekerja membantu orang tua di sektor rumput laut. 

Melihat kondisi ini, AKP Berlin berinisiatif mendirikan rumah belajar dan perpustakaan keliling agar anak-anak tetap bisa mendapatkan hak pendidikan. 

“Banyak anak-anak dari PMI tidak punya data diri, sehingga sulit mendaftar sekolah. Mereka akhirnya ikut bekerja dengan orang tua. Kami melakukan pendekatan persuasif, baik ke anak maupun orang tua, dan berkoordinasi dengan pemilik usaha rumput laut untuk meminimalisir pekerja anak,” ujar AKP Berlin. 

Upaya itu tak berhenti di lapangan. Ia juga bekerja sama dengan Dukcapil untuk membantu penerbitan akta kelahiran anak-anak agar bisa kembali mengakses pendidikan formal. Selain itu, AKP Berlin juga memotivasi relawan dan orang tua agar mendukung keberlangsungan rumah belajar yang kini menjadi harapan baru bagi anak-anak Nunukan. 

Baca juga: Dedikasi IPTU Yanuar Triatmaja: Polisi Sekaligus Pelatih Kempo, Cetak Anak Bangsa Berprestasi

Hingga kini, sedikitnya lima rumah belajar dan perpustakaan mini telah berdiri di berbagai lokasi, di antaranya Warung Kamtibmas Rumah Belajar Kasih Kevin, Rumah Belajar Mantikas, serta kelompok belajar di Jalan Pong Tiku, Persemaian, dan Sei Sembilan. Tahun ajaran 2023 lalu, program ini berhasil menyekolahkan 7 anak SD, 1 anak SMP, 1 anak SMK, serta 13 anak yang lulus ujian paket A. 

Lebih dari 22 relawan ikut terlibat, mulai dari mahasiswa, pelajar SMA, karyawan, aktivitas, dokter, hingga personel Polres Nunukan. 

Rekomendasi Untuk Anda

“Dia terlibat langsung, bahkan mendatangi rumah orang tua anak untuk memberikan pemahaman. Perlahan, anak-anak yang awalnya enggan belajar kini mau datang ke rumah belajar,” ujar Januar, Ketua RT sekaligus relawan. 

Perjuangan AKP Berlin sudah diakui sejak lama. Pada 2017, ia menerima Police Award dari Kapolri atas pengabdiannya membangun musala dan rumah belajar. Namanya juga masuk tiga besar kandidat Polisi Perbatasan dan Pedalaman Hoegeng Awards 2024 karena konsistensi dalam mengembangkan literasi anak-anak di wilayah perbatasan. 

Lebih dari sekadar ruang belajar, inisiatif AKP Berlin menjadi simbol kepedulian dan wujud nyata upaya memanusiakan manusia di daerah perbatasan yang penuh tantangan. 

Baca juga: Bripda Jessica Persembahkan Emas untuk Indonesia di Karate Internasional Kuala Lumpur

Sesuai Minatmu
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas