Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Keracunan Massal Disorot, Anggota DPR Ini Justru Minta Kata ‘Gratis’ di MBG Dihapus—Emang Kenapa?

Ribuan anak keracunan makanan sekolah. Tapi yang dipersoalkan justru kata “gratis”? DPR koalisi Prabowo angkat suara. Ada apa sebenarnya?

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Reza Deni
zoom-in Keracunan Massal Disorot, Anggota DPR Ini Justru Minta Kata ‘Gratis’ di MBG Dihapus—Emang Kenapa?
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
RAKER DPR - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (ketiga kanan) bersama Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji (kedua kiri) dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana (kedua kanan) mengikuti rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/10/2025). Rapat kerja tersebut membahas terkait penanganan kasus-kasus dan juga isu permasalahan di dalam program makan bergizi gratis. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Prabowo menyebut manfaat program ini besar, terutama bagi masyarakat di daerah yang sebelumnya kesulitan mengakses makanan bergizi.

Di tengah laporan ribuan anak terdampak keracunan makanan MBG, fokus kebijakan dinilai lebih relevan bila diarahkan pada peningkatan kualitas pangan, pengawasan distribusi, dan transparansi pelaksanaan program.

Penghapusan kata “gratis” dalam nama MBG, meski dimaksudkan untuk memperbaiki persepsi publik, belum menyentuh akar persoalan teknis dan sistemik yang telah teridentifikasi oleh lembaga pengawas seperti BPOM, BGN, dan JPPI. Kepercayaan terhadap program gizi nasional dibangun melalui jaminan mutu dan akuntabilitas, bukan semata dari penyusunan istilah.

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas