Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Dubes RI di Ukraina Jadi Profesor Kehormatan di Hari Batik Nasional

Arief Muhammad Basalamah dianugerahi gelar Profesor Kehormatan oleh National Academy of Culture and Arts Management (NAKKKIM)

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Dodi Esvandi
zoom-in Dubes RI di Ukraina Jadi Profesor Kehormatan di Hari Batik Nasional
Handout
Duta Besar RI untuk Ukraina, Arief Muhammad Basalamah berfoto bersama Rektor National Academy of Culture and Arts Management (NAKKKIM) Valerii Marchenko sebelum upacara penganugerahan Profesor Kehormatan berkat diplomasi yang dilakukan selama bertugas. 

TRIBUNNEWS.COM, KYIV  -  Besar RI untuk Ukraina, Arief Muhammad Basalamah dianugerahi gelar Profesor Kehormatan oleh National Academy of Culture and Arts Management (NAKKKIM) berkat diplomasi yang dilakukan selama bertugas.

Menurut Rektor Valerii Marchenko pengukuhkan Dubes Arief sebagai Honorary Professor NAKKKIM bukan hanya bentuk pengakuan pribadi, tetapi juga simbol persahabatan sekaligus komitmen untuk mempererat kerja sama akademik dan budaya antara Indonesia dan Ukraina

“Hari ini adalah bentuk penghargaan terhadap warisan budaya Indonesia yang tak ternilai. Kami menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada sahabat-sahabat dari Indonesia dan menantikan kolaborasi lebih lanjut yang akan memperkuat persahabatan kedua bangsa,” ujarnya. 

Perayaan Hari Batik Nasional di Kyiv tahun ini menjadi bukti nyata bahwa diplomasi budaya mampu menembus batas geografis.

Melalui batik, seni, musik, pameran, dan kuliner, Indonesia menunjukkan bahwa kebudayaan adalah bahasa universal yang menyatukan bangsa Indonesia dan Ukraina dalam semangat persahabatan.

Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kyiv bekerja sama dengan National Academy of Culture and Arts Management (NAKKKIM) menyelenggarakan perayaan Hari Batik Nasional di kampus NAKKKIM yang dihadiri ratusan mahasiswa, akademisi, korps diplomatik, serta perwakilan pejabat pemerintah Ukraina.

Hari Batik Nasional yang diperingati di Indonesia merupakan salah satu hari besar tingkat dunia yang ditetapkan sejak UNESCO pada 2009 meresmikan batik sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity.

Rekomendasi Untuk Anda

Pengakuan dunia yang membuat 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional.

Semangat inilah yang dihadirkan KBRI Kyiv bersama NAKKKIM, menjadikan batik sebagai jembatan budaya yang melintasi batas negara dan mempererat persahabatan Indonesia–Ukraina.

Baca juga: Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-1.321: Putin Ancam AS soal Rudal Tomahawk

Perayaan dibuka dengan sambutan hangat dari Rektor NAKKKIM dan Duta Besar RI untuk Ukraina, Arief Muhammad Basalamah.

Dalam pidatonya, Dubes Arief menegaskan bahwa batik bukan sekadar kain, melainkan warisan budaya yang menyimpan cerita, nilai, dan identitas bangsa Indonesia. 

“Batik adalah cerita tentang harmoni, kreativitas, dan kebijaksanaan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dengan mengenakan batik, kita membawa nilai-nilai dan jati diri bangsa yang sudah berusia berabad-abad,” ujarnya.

Acara dimeriahkan dengan presentasi tentang batik oleh staf KBRI Kyiv, pementasan Tari Merak oleh mahasiswa NAKKKIM, serta lantunan lagu tradisional Ukraina.

Momen paling berkesan hadir ketika lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Ukraina dinyanyikan oleh artis Ukraina menggunakan alat music tradisional bandura, menciptakan suasana persahabatan yang hangat.

KBRI Kyiv juga menghadirkan pameran batik dan alat membatik di lobi kampus, yang menyambut pengunjung dengan nuansa Indonesia yang kreatif dan penuh makna.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas