Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Prabowo akan Pangkas Jumlah BUMN dari 1.000 Jadi 200

Prabowo Subianto mengungkapkan rencana besar untuk merombak struktur Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam dialog bersama Chairman Forbes Media,

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Dodi Esvandi
zoom-in Prabowo akan Pangkas Jumlah BUMN dari 1.000 Jadi 200
Tribunnews/Taufik Ismail
PAKAI BATIK - Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara Forbes Global CEO Conference di The St. Regis Hotel, Jakarta, Rabu malam (15/10/2025). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengungkapkan rencana besar untuk merombak struktur Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam dialog bersama Chairman Forbes Media, Steve Forbes, di ajang Forbes Global CEO Conference 2025 yang digelar di St. Regis, Rabu (15/10/2025).

Dalam forum internasional tersebut, Prabowo menyampaikan bahwa dirinya telah memberikan arahan kepada pimpinan Danantara—holding BUMN Indonesia—untuk melakukan rasionalisasi besar-besaran.

“Saya sudah memberikan arahan kepada pimpinan Danantara untuk merasionalisasi semuanya, memangkas dari 1.000 BUMN menjadi angka yang lebih rasional — mungkin 200, atau 230, 240 — dan kemudian menjalankannya dengan standar internasional,” ujar Prabowo.

Presiden menjelaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan hasil usaha negara yang selama ini dinilai belum optimal.

“Saya sudah mengatakan kepada manajemen Danantara agar menjalankan BUMN dengan standar bisnis internasional. Anda bisa mencari otak terbaik, talenta terbaik,” katanya.

Baca juga: Dikritik Menkeu Purbaya Soal Dana Dividen BUMN Dipakai Beli SBN, CIO Danantara Bilang Begini

Lebih lanjut, Prabowo menyebut bahwa regulasi telah diubah untuk membuka peluang bagi profesional asing memimpin perusahaan BUMN.

“Saya telah mengubah regulasi. Sekarang ekspatriat, non-Indonesia, bisa memimpin BUMN kami,” tegasnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyoroti pentingnya pemimpin politik memahami dunia ekonomi dan bisnis agar mampu merumuskan kebijakan yang rasional dan berbasis data.

“Kadang-kadang ada semacam keterputusan antara pelaku ekonomi dan pelaku politik, para pemimpin politik. Banyak pemimpin politik, saya rasa, tidak mau mengerjakan pekerjaan rumahnya. Banyak pemimpin politik mungkin takut dengan angka atau takut dengan bisnis,” pungkas Prabowo.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas