Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Apa Pesan Politik di Balik Momen Airlangga, AHY, dan Zulhas Tinggalkan Purbaya Hadapi Wartawan?

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dinilai harus melakukan momen refleksi mendalam usai kejadian ditinggal sejumlah Menko.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Apa Pesan Politik di Balik Momen Airlangga, AHY, dan Zulhas Tinggalkan Purbaya Hadapi Wartawan?
Kolase Kompas/Isna Rifka | Instagram @undercover.id
MENKEU PURBAYA DITINGGAL - Momen Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ditinggal dalam sesi doorstop bersama wartawan di kompleks Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), Jakarta, Rabu (15/10/2025). Purbaya ditinggal Airlangga, AHY, dan Zulhas saat wartawan mengerubungi dan bertanya soal utang proyek kereta cepat Whoosh. 

Ringkasan Berita:
  • Momen Doorstop yang Sarat Makna Politik
  • Interpretasi Positif dan Negatif terhadap Sikap Para Menteri
  • Ajakan untuk Refleksi dan Kewaspadaan Politik

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dinilai harus melakukan momen refleksi mendalam usai kejadian beberapa waktu lalu di kompleks Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).

Kala itu, terekam momen Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menko PMK Pratikno, dan Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) memilih meninggalkan lokasi lebih dulu, sementara Purbaya justru dikerumuni wartawan yang menunggu pernyataannya.

Analis komunikasi politik, Hendri Satrio atau Hensa menilai kejadian itu perlu disikapi secara serius oleh Purbaya.

Pasalnya, dalam dinamika politik, peristiwa semacam itu dapat mengandung makna tersirat.

“Mengenai peristiwa Menteri Keuangan Purbaya yang ditinggalkan oleh para Menteri Koordinator dalam sesi doorstop, dalam konteks dinamika politik, meskipun terjadi dalam suasana bercanda, hal tersebut tetap memerlukan respons yang serius,” kata Hensa kepada wartawan, Jumat (17/10/2025).

Rekomendasi Untuk Anda

Hensa menegaskan, momen tersebut dapat diartikan sebagai isyarat yang mengandung implikasi tertentu bagi Purbaya, baik yang bersifat positif dan negatif.

Dalam perspektif positif, para tokoh yang meninggalkannya seolah memberi pesan ihwal Purbaya merupakan sosok yang dianggap sebagai orang yang dipercaya dan dapat bertanggung jawab.

“Namun, dari sudut pandang lain, momen itu juga dapat mengindikasikan sikap seperti, 'biarkan Purbaya yang bertanggung jawab,' atau bahkan menyiratkan sikap enggan dengan nada, 'Saya tidak ingin berurusan dengan Purbaya' mungkin seperti itu," ujar Hensa.

Maka dari itu, Purbaya harus menjadikan momen itu untuk melakukan refleksi mendalam.

Sebab, meskipun seperti klaim Hensa rakyat condong medukung Purbaya, hal itu belum tentu mencerminkan kesepakatan pihak-pihak yang jadi rekannya di pemerintahan.

"Momen semacam itu mesti direspons dengan sikap kewaspadaan penuh, sebagaimana pepatah 'kalau mau belok beri sen dulu' yang berarti hati-hati dalam memberikan pernyataan kepada publik," pungkas Hensa.

Diberitakan sebelumnya, di tengah isu serius yang dibahas, sebuah momen menarik justru mencuri perhatian menjelang akhir acara.

Satu per satu menteri mulai meninggalkan lokasi setelah pertemuan usai.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto terlihat paling dulu melangkah cepat menuju mobil dinas, disusul Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Menko Pangan Zulkifli Hasan yang hanya berpamitan singkat.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas