Tanggal 18 Oktober 2025 Memperingati Hari Apa? Ada 5 Peringatan Hari Ini
Tanggal 18 Oktober 2025 merupakan hari Sabtu yang merayakan beberapa peringatan yang unik dan beragam di seluruh dunia.
Penulis:
Farrah Putri Affifah
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
Hari Kungkang Internasional pertama kali dicetuskan oleh AIUNAU Foundation, sebuah organisasi nirlaba yang berfokus pada konservasi satwa liar di Kolombia, pada tahun 2010, dikutip dari daysoftheyers.com.
Tujuannya adalah untuk menarik perhatian pada ancaman yang dihadapi oleh kungkang, termasuk hilangnya habitat akibat deforestasi dan perdagangan hewan peliharaan ilegal.
Peringatan ini menekankan pentingnya pelestarian lingkungan hidup dan perlindungan spesies kungkang yang rentan dan terancam punah.
4. Hari Bersepeda ke Tempat Kerja (Bike to Work Day)
Hari Bersepeda ke Tempat Kerja (sering disebut Bike to Work Day atau Bike to Work Week secara global, meski terkadang tanggalnya bervariasi di setiap negara) adalah bagian dari gerakan yang lebih besar untuk mempromosikan bersepeda sebagai sarana transportasi yang sehat dan berkelanjutan.
Di banyak negara, hari ini diperingati pada bulan Mei, tetapi beberapa negara dan organisasi memiliki tanggal peringatan yang berbeda.
Hari Bersepeda ke Tempat Kerja dimulai pada tahun 1993 di Melbourne, Australia.
Senator Janet Rice dan Jaringan Sepeda memulai inisiatif ini untuk mendorong masyarakat bersepeda ke tempat kerja.
Acara pertama diikuti oleh 615 pesepeda, menandai peluncuran yang sukses.
Seiring berkembangnya acara, semakin banyak kota dan desa yang berpartisipasi.
Sementara gerakan modern Bike to Work di Amerika Serikat, dipromosikan oleh League of American Bicyclists sejak tahun 1950-an.
Tujuannya adalah untuk mendorong masyarakat meninggalkan kendaraan bermotor dan memilih sepeda untuk perjalanan rutin, demi mengurangi polusi, kemacetan, dan meningkatkan kesehatan fisik.
5. Hari Dasi Sedunia (World Tie Day)
Hari Dasi Sedunia dirayakan setiap tanggal 18 Oktober dan berawal dari Kroasia. Dasi modern (atau cravat) diyakini berasal dari tentara bayaran Kroasia yang bertugas di Prancis selama Perang Tiga Puluh Tahun pada abad ke-17.
Para tentara ini mengenakan syal kain kecil di leher mereka sebagai bagian dari seragam, yang kemudian menarik perhatian istana Prancis. Raja Louis XIV lalu mulai mengenakan dasi, dan pada tahun 1660, ia menjadikannya sebagai aksesoris mode formal.
Kata Prancis untuk dasi, "cravate," diyakini berasal dari kata Croat (Kroasia).
Peringatan Hari Dasi Sedunia ini ditetapkan di kota Pula, Kroasia, pada tahun 2003 untuk merayakan sejarah dan pentingnya dasi sebagai simbol budaya, keanggunan, dan profesionalisme yang berakar dari warisan Kroasia.
Sejak saat itu, perayaan ini telah diakui dan dirayakan oleh penggemar fashion di seluruh dunia.
(Tribunnews.com/Farra)
Baca tanpa iklan