Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mengenang Tragedi Bintaro 19 Oktober 1987, Kecelakaan Kereta Api Paling Mematikan di Indonesia

Peristiwa ini menjadi paling berdarah dan mematikan dalam sejarah KA Indonesia. Kecelakaan tersebut terjadi saat pagi hari di kawasan Bintaro, Jaksel.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: willy Widianto
zoom-in Mengenang Tragedi Bintaro 19 Oktober 1987, Kecelakaan Kereta Api Paling Mematikan di Indonesia
Tribunnews.com
TRAGEDI BINTARO 1987 - Tragedi Bintaro menjadi salah satu noda hitam dalam dunia transportasi Indonesia. 

Saat terjadi tabrakan, Slamet Suradio tergencet oleh badan lokomotif dalam keadaan bersimbah darah dan dijemput oleh seorang wanita dengan mobilnya ke rumah sakit. Dalam keadaan PTP masih memiliki bekas bercak darah. Slamet Suradio berhasil membuktikan kepada hakim bahwa dirinya tergencet dan tidak melompat, dan menuding bahwa orang yang menuliskan berita tersebut adalah fitnah.

Pada tahun 1988, Slamet Suradio divonis hukuman 5 tahun penjara dan harus kehilangan pekerjaannya sebagai masinis. Ia ditahan di Lapas Cipinang dan bebas setelah hukumannya diremisi menjadi 3,5 tahun.

Baca juga: 10 Insiden Kecelakaan Kereta Api di Tahun 2025, Terbaru KA Argo Bromo Anggrek Anjlok di Subang

Setelah bebas dari penjara, Slamet Suradio sempat hanya apel di kantornya karena sudah dibebastugaskan. Pada tahun 1996, ia dipecat secara tidak hormat oleh Departemen Perhubungan Indonesia dengan terbitnya Surat Keputusan No. 4/KP.602/Pnb-96. Ia pun tidak mendapatkan uang pensiun.

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas