Program MBG dalam Setahun Prabowo-Gibran, Mendesak Sasar 3T
Menurut Tito, MBG juga menciptakan peluang kerja baru dan memperkuat rantai pasok pangan di tingkat lokal seperti daerah 3T
Penulis:
Facundo Chrysnha Pradipha
Editor:
Endra Kurniawan
Guru Besar Ilmu Gizi dari IPB University, Prof. Hardinsyah, mengemukakan bahwa SPPG di daerah 3T berpotensi menjadi pusat aktivitas ekonomi baru.
“Misalnya, jika terdapat lima SPPG di satu kecamatan, petani dan nelayan perlu mulai menyiapkan produksi sesuai kebutuhan enam bulan sebelumnya,” paparnya.
Prof. Hardinsyah menekankan perlunya koordinasi antar-pemerintah pusat, daerah, dan desa agar dampak program ini merata. Ia menilai bahwa pelaksanaan MBG di tahun pertama pemerintahan Prabowo-Gibran dapat menjadi dasar bagi peningkatan sumber daya manusia yang sehat, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi di wilayah 3T.
Presiden Prabowo Subianto mengklaim bahwa program MBG 99,99 persen berhasil.
Angka tersebut adalah perbandingan dari jumlah porsi MBG yang sudah dibagikan dengan jumlah kasus eror.
Presiden Prabowo menyebut, sebanyak 1,4 miliar porsi MBG yang dibagikan kepada penerima, sedangkan ada sekitar 8 ribu yang mengalami keracunan.
Hal itu disampaikannya dalam prosesi sidang senat pengukuhan mahasiswa baru sekaligus wisuda sarjana di Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI), Bandung, Jawa Barat, Sabtu (18/10/2025).
"1,4 miliar porsi yang sudah dibagikan. Yang keracunan makan 8 ribu kurang lebih. Jadi kalau diambil statistik adalah 0,0007 atau 0,0008. Artinya, program ini 99,99 persen berhasil," ucap Prabowo, dilansir tayangan YouTube UKRI TV.
Ketua Umum Partai Gerindra bertanya-tanya kenapa masih ada pihak-pihak yang menyinyir dengan membesarkan masalah keracunan dan meminta program MBG dihentikan.
"Jadi, di mana ada usaha manusia yang 99,99 persen berhasil dibilang gagal?" tanyanya.
Meski begitu, Prabowo menegaskan pemerintah tak ingin ada satu pun kasus keracunan MBG.
"Tapi kalau 1,4 miliar dibagi 8.000 (kasus), saya kira ini masih kalau dalam ilmu pengetahuan dalam sains ini masih dalam koridor katakanlah corridor of error, ya. Tapi kita mau zero error walaupun sangat sulit, tapi kita harus," ucapnya.
Oleh karena itu, dirinya telah memerintahkan semua dapur MBG untuk memiliki alat-alat yang terbaik.
Kemudian, membersihkan dan mencuci tangan sebelum menyajikan sebagai upaya penyempurnaan program.
"Dan juga minta semua guru untuk anak-anak sebelum makan, cuci tangan yang benar. Kalau perlu harus diajarkan bagaimana makan pakai sendok untuk mencegah, kalau virus dan bakteri bisa dari mana saja."
Baca tanpa iklan