Program MBG dalam Setahun Prabowo-Gibran, Mendesak Sasar 3T
Menurut Tito, MBG juga menciptakan peluang kerja baru dan memperkuat rantai pasok pangan di tingkat lokal seperti daerah 3T
Penulis:
Facundo Chrysnha Pradipha
Editor:
Endra Kurniawan
Ringkasan Berita:
- Program MBG menjadikan daerah 3t sebagai fokus utama
- Mendagri Tito Karnavian mengungkap, daerah 3T diprioritaskan karena kondisi layanan gizi di sana masih sangat mendesak
- Selain memenuhi kebutuhan nutrisi, tujuannya menciptakan peluang kerja baru dan memperkuat rantai pasok pangan di tingkat lokal
TRIBUNNEWS.COM - Dalam satu tahun pertama pemerintahan Prabowo-Gibran, upaya untuk mewujudkan keadilan sosial di berbagai wilayah Indonesia mulai terlihat melalui implementasi program-program spesifik.
Salah satu contohnya adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menjadikan daerah terdepan, terpencil, dan terluar (3T) sebagai fokus utama.
Program tersebut bertujuan untuk memperbaiki status gizi masyarakat sekaligus mendukung penguatan ekonomi di kawasan yang selama ini minim mendapat perhatian pembangunan.
Program MBG adalah inisiatif pemerintah Indonesia di bawah pemerintahan Prabowo-Gibran yang diluncurkan pada 2024. Program ini menyediakan makanan bergizi gratis bagi anak sekolah, balita, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya, dengan tujuan utama mengurangi stunting, meningkatkan status gizi masyarakat, serta mendukung ekonomi lokal melalui rantai pasok pangan.
Pemerintah, bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pekerjaan Umum, melibatkan sejumlah lembaga terkait guna mempercepat pelaksanaan inisiatif ini.
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menyatakan bahwa daerah 3T mendapat perhatian utama karena masih dihadapkan pada tantangan serius terkait akses gizi dan tingkat stunting.
“Daerah 3T diprioritaskan karena kondisi layanan gizi di sana masih sangat mendesak,” katanya dalam keterangan belum lama ini.
Menurutnya, program ini tidak hanya memenuhi kebutuhan nutrisi, tetapi juga menciptakan peluang kerja baru dan memperkuat rantai pasok pangan di tingkat lokal.
Sebagai tindak lanjut, pemerintah telah membentuk 141 gugus tugas untuk mempercepat pembangunan Unit Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lokasi-lokasi target.
Sampai saat ini, 806 lokasi telah memenuhi persyaratan untuk pembangunan dapur MBG.
Dari total itu, 264 dapur akan dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum, sementara 542 unit lainnya dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Baca juga: Program MBG dan Cek Kesehatan Gratis Perkuat Upaya Tingkatkan Kesehatan Masyarakat
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menjelaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan elemen dari strategi pembangunan nasional yang berkelanjutan, bukan hanya sebagai bentuk bantuan sosial semata.
“Percepatan pengembangan SPPG difokuskan pada daerah 3T dan Pos Lintas Batas Negara (PLBN),” ungkapnya.
Ia menambahkan, keberadaan dapur gizi di wilayah perbatasan mencerminkan upaya negara dalam memastikan pemerataan pembangunan.
Guru Besar Ilmu Gizi dari IPB University, Prof. Hardinsyah, mengemukakan bahwa SPPG di daerah 3T berpotensi menjadi pusat aktivitas ekonomi baru.
“Misalnya, jika terdapat lima SPPG di satu kecamatan, petani dan nelayan perlu mulai menyiapkan produksi sesuai kebutuhan enam bulan sebelumnya,” paparnya.
Prof. Hardinsyah menekankan perlunya koordinasi antar-pemerintah pusat, daerah, dan desa agar dampak program ini merata. Ia menilai bahwa pelaksanaan MBG di tahun pertama pemerintahan Prabowo-Gibran dapat menjadi dasar bagi peningkatan sumber daya manusia yang sehat, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi di wilayah 3T.
Presiden Prabowo Subianto mengklaim bahwa program MBG 99,99 persen berhasil.
Angka tersebut adalah perbandingan dari jumlah porsi MBG yang sudah dibagikan dengan jumlah kasus eror.
Presiden Prabowo menyebut, sebanyak 1,4 miliar porsi MBG yang dibagikan kepada penerima, sedangkan ada sekitar 8 ribu yang mengalami keracunan.
Hal itu disampaikannya dalam prosesi sidang senat pengukuhan mahasiswa baru sekaligus wisuda sarjana di Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI), Bandung, Jawa Barat, Sabtu (18/10/2025).
"1,4 miliar porsi yang sudah dibagikan. Yang keracunan makan 8 ribu kurang lebih. Jadi kalau diambil statistik adalah 0,0007 atau 0,0008. Artinya, program ini 99,99 persen berhasil," ucap Prabowo, dilansir tayangan YouTube UKRI TV.
Ketua Umum Partai Gerindra bertanya-tanya kenapa masih ada pihak-pihak yang menyinyir dengan membesarkan masalah keracunan dan meminta program MBG dihentikan.
"Jadi, di mana ada usaha manusia yang 99,99 persen berhasil dibilang gagal?" tanyanya.
Meski begitu, Prabowo menegaskan pemerintah tak ingin ada satu pun kasus keracunan MBG.
"Tapi kalau 1,4 miliar dibagi 8.000 (kasus), saya kira ini masih kalau dalam ilmu pengetahuan dalam sains ini masih dalam koridor katakanlah corridor of error, ya. Tapi kita mau zero error walaupun sangat sulit, tapi kita harus," ucapnya.
Oleh karena itu, dirinya telah memerintahkan semua dapur MBG untuk memiliki alat-alat yang terbaik.
Kemudian, membersihkan dan mencuci tangan sebelum menyajikan sebagai upaya penyempurnaan program.
"Dan juga minta semua guru untuk anak-anak sebelum makan, cuci tangan yang benar. Kalau perlu harus diajarkan bagaimana makan pakai sendok untuk mencegah, kalau virus dan bakteri bisa dari mana saja."
"Ini saya highlight karena ini sangat penting. Kita ini dianggap penjuru, dianggap contoh. Selain Brasil (dan) India, Indonesia dianggap berani. Dan kita sekarang salah satu yang paling cepat mencapai 36 juta penerima manfaat dalam waktu satu tahun," ujarnya.
Kata Jokowi
Menurut Jokowi, pemerintahan Prabowo-Gibran dalam setahun ini berjalan dengan baik.
"Tahun ini saya bisa lihat semuanya berjalan dan baik," kata Jokowi dilansir Kompas TV, Senin (20/10/2025).
Namun, tetap ada beberapa hal yang perlu dievaluasi, terutama terkait program-program yang dicanangkan oleh Prabowo-Gibran.
Di antaranya program makan bergizi gratis (MBG) dan program Sekolah Rakyat.
Belakangan program MBG ini menjadi polemik karena banyak kasus keracunan yang terjadi.
Meski demikian, Jokowi menilai Prabowo-Gibran sudah melakukan evaluasinya atas masalah yang terjadi di program MBG dan sekolah rakyat.
Kini Jokowi juga menilai program MBG dan Sekolah Rakyat bisa berjalan dengan baik dan mendapat apresiasi dari masyarakat.
"Bahwa ada hal yang kecil-kecil yang perlu dievaluasi, perlu dikoreksi. Saya kira sudah dijalankan, sudah evaluasinya, baik yang berkaitan sekolah rakyat, berkaitan dengan makan bergizi gratis."
"Kita melihat berjalan dengan baik dan itu diapresiasi oleh masyarakat," katanya.
Baca juga: Kinerja Prabowo-Gibran dan Jokowi-Maruf Amin Setahun Pertama Versi Survei, Siapa Terbaik?
Kata Istana soal Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi buka suara menjelang satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran,
Menurutnya, selama hampir satu tahun ini banyak catatan positif yang ditorehkan oleh pemerintahan Prabowo-Gibran. Namun, dia tak merinci apa saja prestasi tersebut.
"Banyaklah catatan positif dalam artian prestasi selama 1 tahun tentu banyak sekali," ujarnya di kediaman pribadi Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta, Minggu (12/10/2025) malam.
Meski begitu, Prasetyo Hadi menyebut ada sejumlah hal yang perlu diperbaiki.
"Tetapi juga ada beberapa catatan perbaikan yang memang juga harus menjadi fokus kita untuk kita perbaiki," ucapnya.
Prasetyo kemudian meminta dukungan terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran ke depan.
"Mohon doanya saja. Mohon doanya," tuturnya.
Baca juga: Satu Tahun yang Impresif, Menteri Mukhtarudin Puji Capaian Pemerintahan Prabowo-Gibran
Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran Di Mata Menteri Kabinet Merah Putih
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa turut memberikan penilaiannya terhadap satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
Menurut Purbaya, ada sejumlah capaian positif dalam satu tahun kepemimpinan Prabowo-Gibran, terutama bidang ekonomi.
Purbaya juga menyebut dalam satu tahun ini fundamental ekonomi menguat, stabilitas makroekonomi terjaga, dan kesejahteraan meningkat.
Pada Triwulan II-2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia stabil tinggi di 5,12 persen, salah satu tertinggi di antara negara G20.
Baca juga: Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Golkar Minta Perbaiki Tata Kelola Program MBG
Menkeu pun optimistis kinerja ekonomi nasional akan terus membaik hingga akhir tahun.
“Jadi ini semua sebagian angka pertumbuhan triwulan kedua."
"Saya yakin triwulan ketiga akan turun sedikit, tapi enggak apa-apa. Triwulan keempat tumbuhnya akan lebih cepat,” ungkap Purbaya di Jakarta, pada Kamis (16/10/2025), dikutip dari situs resmi Kemenkeu.
Lebih lanjut, menteri yang baru menjabat pada 8 September 2025 itu menilai inflasi terjaga rendah di 2,65 persen (yoy) dengan defisit APBN hanya di 1,56 persen dari PDB.
Pencapaian tersebut termasuk yang terendah di antara negara G20.
Baca juga: Apresiasi Pemerintahan Prabowo-Gibran, Ketua DPD RI: Satu Tahun yang Impresif!
Purbaya menilai capaian itu, tidak lepas dari strategi pengelolaan kas negara melalui penempatan Rp200 T di Bank Himbara yang bertujuan produktif mendukung aktivitas ekonomi.
Dari sisi perdagangan, Indonesia mencatatkan surplus neraca perdagangan selama 64 bulan berturut-turut.
Ada pertumbuhan 45,8 persen sepanjang Januari hingga September 2025. Indikator kesejahteraan masyarakat juga menunjukkan perbaikan.
Tingkat pengangguran turun menjadi 4,76 persen pada Februari 2025, terendah sejak krisis 1998.
Sementara itu, angka kemiskinan turun menjadi 8,47 persen pada Maret 2025, capaian terendah sepanjang sejarah.
Baca juga: Setahun Prabowo-Gibran, Penguatan Infrastruktur Pesantren Upaya Perlindungan Negara untuk Anak-anak
Pasar modal pun merespons positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat rekor tertinggi sepanjang masa di level 8.257,86 pada 10 Oktober 2025.
Selain Menkeu Purbaya, ada juga penilaian satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran dari Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin.
Sjafrie menilai selama setahun ini Presiden Prabowo selalu memikirkan rakyat.
Bahkan, Sjafrie menyebut dalam kalender Prabowo tidak ada tanggal merah. Sebab, Presiden disebut selalu bekerja untuk rakyat.
"Jadi beliau tidak punya tanggal merah. Beliau selalu memikirkan bagaimana keberpihakannya kepada rakyat terutama yang menyangkut soal swasembada pangan," imbuhnya.
(Tribunnews.com/ Chrysnha, Faryyanida Putwiliani, Suci Bangun Dwi Setyaningsih, Muhamad Deni Setiawan)
Baca berita lainnya terkait Setahun Pemerintahan Prabowo dan Gibran.
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.