Ketika Audiens Bergeser ke Influencer dan New Media, Siapa Sebenarnya Jurnalisnya?
Tokoh media membahas bagaimana relasi antara media konvensional, media baru, dan influencer kian kabur seiring berkembangnya ekosistem digital.
Editor:
Dewi Agustina
Ia menambahkan, keunggulan new media adalah kemampuan melihat langsung respons audiens dari performa konten yang dipublikasikan, sehingga dapat terus beradaptasi dengan cepat.
COO KapanLagi Youniverse (KLY) Wenseslaus Manggut menyoroti bahwa jurnalis dan influencer kini memiliki peran yang saling beririsan.
Bahkan kemampuan dan pengalaman jurnalis seharusnya mampu menjadi influencer dalam medianya atau di new media.
"Wartawan yang berpengalaman di satu bidang sebenarnya bisa jadi influencer, tapi banyak yang kurang percaya diri untuk tampil. Padahal, ketika orang yang paham bicara langsung ke publik, pengaruhnya bisa jauh lebih kuat," katanya.
Di balik peluang media baru yang mampu membentuk opini publik ini, tantangan besar juga muncul.
Menurut Wahyu, verifikasi informasi menjadi tantangan utama bagi new media karena arus informasi bergerak sangat cepat.
"Respons terhadap informasi begitu cepat sehingga kami terpacu memproduksi konten lagi dengan cepat. Di situ kadang muncul masalah, seperti kurang bijak dalam memframing berita dari media mainstream," ujarnya.
Artinya, peran jurnalis dan media dalam menyampaikan informasi masih tetap dibutuhkan.
Apalagi new media pun tetap membutuhkan media untuk mencari dan mengolah informasi yang akan disampaikannya.
Para narasumber sepakat bahwa kolaborasi antara media arus utama, new media, dan influencer perlu terus dibangun.
Bukan hanya agar informasi yang beredar lebih kredibel, tetapi juga untuk memastikan narasi publik terbentuk secara sehat dan bertanggung jawab di tengah derasnya arus digitalisasi informasi.
Tentang Indonesia Digital Conference (IDC) 2025
AMSI kembali menyelenggarakan ajang tahunan Indonesia Digital Conference (IDC) 2025 di The Hub Epicentrum, Jakarta Selatan, pada 22–23 Oktober 2025.
Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) adalah organisasi yang menaungi perusahaan media online (media siber) di Indonesia.
AMSI dibentuk untuk memperkuat ekosistem media digital yang profesional, kredibel, dan beretika, terutama di era banjir informasi dan maraknya berita palsu (hoaks).
IDC 2025 adalah acara tahunan yang penting bagi dunia media dan transformasi digital di Indonesia.