Tekan Emisi, IMIP Tanam Ratusan Ribu Mangrove di Bahodopi, Warga Lokal Ikut Dilibatkan
Hingga saat ini, IMIP telah menanam sekitar 120 ribu pohon mangrove di berbagai titik di Kecamatan Bahodopi.
Penulis:
Endrapta Ibrahim Pramudhiaz
Editor:
Content Writer
TRIBUNNEWS.COM - Dalam upaya menekan emisi karbon dan menjaga kelestarian lingkungan, PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) terus menggencarkan penanaman pohon mangrove di wilayah pesisir Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
Penanaman mangrove ini merupakan salah satu program Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) IMIP.
Hingga saat ini, IMIP telah menanam sekitar 120 ribu pohon mangrove di berbagai titik di Kecamatan Bahodopi.
"120 ribu itu kami sebar di beberapa tempat," kata Supervisor CSR Swakelola Desa PT IMIP, Agus Supriyanto, kepada Tribunnews di Desa Padabaho, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Kamis (25/9/2025).
Tak hanya mangrove, IMIP juga melakukan penanaman pohon di daratan guna membantu mengurangi polusi udara.
Dalam melakukan kegiatan penanaman mangrove ini, IMIP melibatkan pemerintah desa serta masyarakat setempat.
IMIP membuka berbagai cara agar masyarakat bisa dengan mudah terlibat di dalam ini.
Contohnya seperti desa dapat mengajukan permohonan ke IMIP. Mereka mengusulkan sebuah program terkait dengan lingkungan.
Namun, IMIP tidak hanya mengandalkan pengajuan dari masyarakat lokal, tetapi mereka juga ada yang langsung terjun ke masyarakat.
"HarapanNya, kami sama-sama menjaga lingkungan ini biar tetap baik dan lingkungan ini bisa masyarakat nikmati juga," kata Agus.
IMIP akan mendampingi proses penanaman mangrove ini secara lengkap.
Mereka mendampingi masyarakat melalui dari edukasi, sosialisasi, hingga membentuk kelompok restorasi mangrove di tiap desa.
Edukasi meliputi pelajaran mengenai jenis, manfaat dan upaya merawat mangrove. Jadi, tidak sebatas teknis penanaman.
Masyarakat juga diajak untuk menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan tidak menebang hutan mangrove secara ilegal.
Agus memastikan IMIP akan mendampingi masyarakat sampai ke depannya mereka bisa mandiri.
"Kami tidak lepas, dalam hal ini kami melakukan pendampingan agar masyarakat di Kecamatan Bahodopi ini bisa sama-sama menjaga kelestarian lingkungan," kata Agus.
Pemantauan Rutin
IMIP juga senantiasa melakukan pemantauan mangrove yang sudah ditanam oleh para warga.
Waktunya tidak menentu, bisa sekali dalam sepekan atau sekali dalam dua pekan.
Jika saat pemantauan tersebut ada mangrove yang rusak, tim IMIP akan langsung menggantinya.
Dalam melakukan program ini, IMIP bukan tanpa tantangan. Menurut Agus, salah satu tantangannya adalah soal kesadaran masyarakat.
Agus menilai pentingnya partisipasi aktif warga dalam menjaga lingkungan.
"Masyarakat perlu punya kesadaran yang lebih untuk menjaga lingkungan," kata Agus.
Baca juga: Menjaga Alam Indonesia, Merawat Mangrove Lewat Panggung Dongeng
Wisata Mangrove
Menariknya, kawasan mangrove di Desa Padabaho kini mulai dikembangkan menjadi destinasi wisata.
Pantauan Tribunnews di lokasi, kawasan tersebut memang sedang dalam proses pembangunan menjadi tempat wisata mangrove.
Jembatan untuk orang lalu lalang di sekitar mangrove telah dibangun cat warna warni. Ada juga beberapa spot yang bisa dijadikan tempat foto dengan pemandangan laut.
Di kawasan tersebut juga sedang dibangun semacam kantin untuk para pengunjung membeli makan minuman dan duduk santai.
Sementara itu, di pintu masuk kawasan mangrove ada loket dan toilet yang sedang dibangun IMIP.
Kawasan wisata mangrove di Desa Padabaho rencananya akan diresmikan pada Oktober mendatang.
"Kedepannya ini akan dikelola oleh desa sendiri mungkin lewat Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) atau kelompok yang sudah dibentuk oleh desa itu," kata Agus.
Dengan dikembangkannya ini menjadi desa wisata, Agus percaya pendapatan desa dapat terbantu serta menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.
IMIP Siap Lebarkan Sayap Program Mangrove
Terkait jumlah pohon mangrove yang akan ditanam, IMIP mengaku tidak menetapkan target pasti.
Contohnya seperti baru-baru ini mereka menanam 1.000 mangrove. Kemudian, dalam penanaman yang akan datang, mereka bisa saja meningkatkan jumlah dua hingga tiga kali lipat.
Ke depannya, program ini tak menutup kemungkinan akan dilakukan di luar Bahodopi atau Kabupaten Morowali.
Bahkan, program CSR penanaman mangrove IMIP berpeluang dilakukan di luar provinsi selain Sulawesi Tengah.
"Harapan kami dapat menanam sebanyak-banyaknya tanpa ada batasan karena itu tujuan kami bagaimana menjaga kelestarian lingkungan," pungkas Agus.
Sama Serumpun
Sama Serumpun adalah kelompok warga pembibit dari Dusun Kurisa, Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
Dikutip dari situs resmi IMIP, Sama Serumpun akan menjadi garda terdepan pembibitan pohon bakau di wilayah tersebut. Kegiatan itu akan dikembangkan menjadi salah satu aktivitas mata pencaharian warga.
Sama Serumpun telah dilibatkan dalam kegiatan CSR IMIP. Pada 15 September, mereka ikut ke dalam kegiatan penanaman 1.000 bibit mangrove bersama karyawan PT Dexin Steel Indonesia (DSI) serta Tim CSR dan Environmental PT IMIP.
Saat itu, PT DSI sebagai salah satu perusahaan dalam kawasan IMIP), sedang menggelar edukasi konservasi kawasan pesisir.
Event kolaborasi dengan Departemen CSR PT IMIP tersebut diikuti sekitar 40 murid kelas 6 Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kurisa didampingi para guru.
Baca juga: IMIP Terus Serap Tenaga Kerja Lokal, 92 Persen Pekerja Berasal dari Sulawesi
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.