Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Anak Sering Makan Sate dan Gulai saat Lebaran Haji? Ini Porsi Aman Daging Menurut Dokter

Daging sapi maupun kambing sebenarnya aman dikonsumsi anak selama jumlahnya tidak berlebihan. Simak penjelasannya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Anak Sering Makan Sate dan Gulai saat Lebaran Haji? Ini Porsi Aman Daging Menurut Dokter
TRIBUNNEWS/JEPRIMA
ILUSTRASI DAGING KURBAN - Momen Idul Adha identik dengan berbagai olahan daging seperti sate, gulai, tongseng hingga bakso. Dokter spesialis anak menegaskan, daging sapi maupun kambing sebenarnya aman dikonsumsi anak selama jumlahnya tidak berlebihan. 

Ringkasan Berita:
  • Dokter menyebut daging kurban aman dikonsumsi anak selama porsinya tidak berlebihan.
  • Risiko kesehatan muncul akibat pengolahan daging memakai santan dan gorengan berlebihan.
  • Dokter menegaskan mitos daging kambing lebih berbahaya dibanding sapi tidak sepenuhnya benar.

 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Momen Idul Adha identik dengan berbagai olahan daging seperti sate, gulai, tongseng hingga bakso. 

Tidak sedikit orangtua yang akhirnya membiarkan anak makan daging lebih banyak dari biasanya.

Namun, apakah konsumsi daging kurban aman untuk anak?

Dokter spesialis anak dr. Prajnya Paramitha Narendraswari, Sp.A menegaskan, daging sapi maupun kambing sebenarnya aman dikonsumsi anak selama jumlahnya tidak berlebihan.

Daging Kurban Tidak Selalu Jahat

Rekomendasi Untuk Anda

Menurutnya, masyarakat sering langsung menganggap daging merah sebagai penyebab kolesterol dan penyakit. 

Padahal, daging memiliki banyak manfaat penting untuk tumbuh kembang anak.

“Sebetulnya daging sapi dan daging kambing itu tidak selalunya berbahaya loh. Daging sapi dan daging kambing itu mereka memiliki kandungan protein atau yang kita sebut sebagai asam amino esensial,” ujar Dr. Prajnya pada talkshow kesehatan virtual yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan, Kamis (27/5/2026). 

Ia menjelaskan, protein dalam daging penting karena tidak bisa diproduksi sendiri oleh tubuh anak. 

Selain itu, daging juga mengandung zat besi hem yang lebih mudah diserap tubuh dibanding zat besi dari sayuran.

Tak hanya itu, daging juga mengandung vitamin dan mineral yang membantu proses tumbuh kembang.

Baca juga: Keringat Berlebih dan Jantung Berdebar Bisa Jadi Bukan Masalah Jantung, Waspadai Gangguan Tiroid

Bahaya Justru Datang dari Cara Mengolahnya

Dr. Prajnya menuturkan, masalah muncul ketika daging diolah menggunakan santan berlebihan, digoreng, atau mengandung banyak lemak tambahan.

Menurutnya, lemak baik dalam makanan bisa berubah menjadi lemak jenuh yang berisiko memicu gangguan kesehatan.

“Pada penggunaan santan, pada penggunaan atau misalnya yang goreng-gorengan berlebih, lemak yang ada di dalam makannya itu yang tadinya lemak baik bisa jadi lemak trans,” katanya.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas