Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Menhut Raja Juli Antoni akan Dampingi Utusan Khusus Presiden di COP30 Brasil

Presiden Prabowo utus Hashim Djojohadikusumo hadiri Konferensi Tingkat Tinggi Perubahan Iklim (COP30 UNFCCC) di Belém, Brasil.  

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Menhut Raja Juli Antoni akan Dampingi Utusan Khusus Presiden di COP30 Brasil
Tribunnews.com/Taufik Ismail
RAJA JULI ANTONI - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, (23/10/2025). Presiden Prabowo utus Hashim Djojohadikusumo hadiri Konferensi Tingkat Tinggi Perubahan Iklim (COP30 UNFCCC) di Belém, Brasil.  Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni turut mendampingi. (Taufik Ismail) 

Prabowo juga menyebut Indonesia mendukung inisiatif dan kepemimpinan Brasil di COP30.

“Saya mendukung Brasil dalam kepemimpinan Brasil di COP30. Saya tadi minta maaf mungkin saya sulit menghadiri COP30 di Belém, Brasil. Tapi saya akan kirim delegasi yang kuat untuk hadir di situ, dengan keputusan kita untuk mendukung insiatif-inisiatif dari Brasil,” ujar Prabowo.

 

Apa Itu COP30?

COP adalah singkatan dari Conference of the Parties, bagian dari Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC).

COP30 akan menjadi forum internasional untuk membahas langkah-langkah konkret dalam mengatasi krisis iklim, termasuk:

Transisi energi dari fosil ke energi terbarukan

Komitmen baru dalam Nationally Determined Contributions (NDCs)

Rekomendasi Untuk Anda

Pendanaan iklim untuk negara berkembang.

Baca juga: Buku Climate Action 101: Indonesia’s Guide for Newbies Langkah Nyata Hadapi Krisis Iklim

Mengapa COP30 dilaksanakan di Brasil dan Belém? Belém, ibu kota negara bagian Pará, dikenal sebagai gerbang menuju Amazon.

Pemilihan lokasi ini menegaskan pentingnya hutan hujan Amazon dalam menjaga keseimbangan iklim global.

Brasil ingin menempatkan isu keanekaragaman hayati, hak masyarakat adat, dan pembangunan berkelanjutan sebagai pusat negosiasi iklim.

Menyoal partisipasi Indonesia, Presiden Prabowo Subianto tidak hadir langsung, namun mengutus Hashim Djojohadikusumo sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Perubahan Iklim.

Delegasi Indonesia akan membawa narasi solusi iklim dari sektor pertanian, yang menyumbang sekitar 7,72?ri total emisi gas rumah kaca nasional

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas