Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Gubernur Sumsel dan Mendagri Hadiri Dies Natalis Unsri, Dukung Peranan Perguruan Tinggi Menuju 2045

Mendagri menekankan pentingnya peran pendidikan tinggi dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul demi terwujudnya Indonesia emas.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Content Writer
zoom-in Gubernur Sumsel dan Mendagri Hadiri Dies Natalis Unsri, Dukung Peranan Perguruan Tinggi Menuju 2045
Istimewa
DIES NATALIS UNSRI - Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia, Prof. Dr. H. M. Tito Karnavian, MA., Ph.D menghadiri Dies Natalis ke-65 Universitas Sriwijaya (Unsri) yang digelar di Auditorium Unsri Kampus Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Senin (3/11/2025) pagi. Menteri Tito menyampaikan orasi dengan topik “Peran Perguruan Tinggi dalam Mendukung Indonesia Emas 2045.” 

“Kita memiliki bonus demografi dengan 65 persen penduduk usia produktif. Tapi bonus ini baru bermanfaat jika kualitas SDM-nya unggul," tegasnya.

Baca juga: Kolaborasi Cegah Stunting, Herman Deru Tegaskan Pentingnya Tanggung Jawab Bersama

Tito juga menyoroti posisi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia yang masih berada di peringkat 113 dunia. “Kalau 65 persen penduduk produktif ini benar-benar unggul, saya yakin Indonesia mampu melakukan lompatan besar menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya optimistis.

Di akhir orasi, Mendagri menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sumsel yang turut hadir. Ia menilai semangat akademik Herman Deru yang tengah menempuh pendidikan doktoral menjadi teladan nyata bagi masyarakat. “Saya salut kepada Gubernur, di tengah kesibukan masih punya semangat menimba ilmu. Ini contoh nyata SDM unggul,” tuturnya.

Tito juga menegaskan bahwa Unsri harus mengambil peran strategis dalam perjalanan menuju Indonesia Emas 2045. “Unsri harus mampu memproduksi SDM unggul, mendidik dan melatih generasi muda, melaksanakan riset, menjadi agent of change, serta memberi masukan ilmiah kepada pemerintah daerah,” ujarnya.

“Dengan begitu, Unsri tidak hanya menjadi universitas besar di Sumsel, tapi juga sejajar dengan perguruan tinggi top lainnya di Indonesia,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor Unsri Prof. Dr. Taufik Marwah, S.E., M.Si. menegaskan bahwa Dies Natalis ke-65 bukan sekadar perayaan usia, melainkan momentum refleksi dan penguatan komitmen untuk menatap masa depan dengan semangat dan keyakinan baru. Rektor pun menekankan bahwa usia ke-65 menjadi tonggak penting bagi Unsri untuk terus berkontribusi bagi bangsa dan daerah. “

“Perjalanan panjang Unsri hingga usia 65 tahun adalah hasil kerja keras para pendiri, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan alumni. Unsri tumbuh menjadi salah satu universitas besar berkat kolaborasi dan dedikasi seluruh civitas akademika. Unsri harus menjadi perguruan tinggi yang kolaboratif, relevan, dan berdampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia juga mengajak seluruh civitas akademika untuk terus bersatu, menjadikan perbedaan sebagai kekuatan, serta bersinergi dengan pemerintah, industri, dan perguruan tinggi lain guna memecahkan berbagai persoalan bangsa. “Kata kuncinya adalah berdampak. Unsri harus terus memberikan dampak positif melalui inovasi, kolaborasi, dan dedikasi tanpa henti,” pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut, Unsri juga mencetak rekor MURI dengan peluncuran 65 buku ilmu hukum, sesuai dengan usia ke-65 universitas tersebut.

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas